Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Dirawat Akibat Infeksi Usus Pasca Keracunan Makanan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan tengah menjalani masa pemulihan setelah didiagnosis mengalami infeksi usus yang disebabkan oleh keracunan makanan. Kantor Perdana Menteri mengumumkan bahwa Netanyahu mulai merasakan ketidaknyamanan pada Sabtu malam dan segera mendapatkan pemeriksaan medis di kediamannya.

Profesor Alon Hershko, Kepala Departemen Penyakit Dalam di Pusat Medis Hadassah Ein Kerem, Yerusalem, melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi bahwa infeksi usus tersebut berasal dari konsumsi makanan yang sudah tidak layak. Akibatnya, Netanyahu mengalami dehidrasi dan harus menerima cairan infus. Saat ini, kondisinya dilaporkan stabil dan ia diperkirakan akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan.

Selama masa pemulihan, Netanyahu akan tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan dari kediamannya. Namun, ia tidak akan menghadiri rapat kabinet mingguan dan persidangan yang telah dijadwalkan pada minggu ini. Meskipun demikian, dilaporkan bahwa Netanyahu tetap sadar dan aktif selama masa pemulihannya.

Riwayat Kesehatan Benjamin Netanyahu

Kondisi kesehatan Netanyahu menjadi sorotan mengingat beberapa kejadian medis yang dialaminya dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Mei 2025, ia menjalani kolonoskopi rutin. Sebelumnya, pada Desember 2024, ia menjalani operasi pengangkatan prostat akibat infeksi saluran kemih yang dipicu oleh pembesaran prostat jinak. Pada Maret 2024, Netanyahu juga menjalani operasi hernia.

Keracunan Makanan: Bahaya dan Pencegahan

Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang serius dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Dehidrasi menjadi salah satu risiko utama, yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan fungsi ginjal. Dalam kasus yang parah, keracunan makanan bahkan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Gejala umum keracunan makanan meliputi:

  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Demam
  • Mulut kering
  • Penurunan produksi urine
  • Tekanan darah rendah

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius, termasuk nyeri sendi kronis, gangguan ginjal, dan masalah saraf.

Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Staphylococcus aureus yang mencemari makanan. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan mentah, makanan yang sudah basi, atau makanan yang tidak dimasak dengan benar.

Untuk mencegah keracunan makanan, penting untuk selalu menjaga kebersihan dalam penyimpanan, pengolahan, dan konsumsi makanan. Periksa tanggal kedaluwarsa, perhatikan kondisi penyimpanan, dan pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna.