Gibran Rakabuming Raka Menegaskan Peranannya Sebagai Pembantu Presiden dalam Kunjungan Kerja
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Sleman, DI Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah. Dalam berbagai kesempatan selama kunjungan tersebut, Gibran berulang kali menekankan perannya sebagai pembantu Presiden Republik Indonesia.
Setidaknya dalam lima kesempatan berbeda, Gibran menggunakan frasa "pembantu Presiden RI" untuk menggambarkan posisinya. Salah satu momen tersebut terjadi saat kegiatan panen tebu di Kawasan Pangan Lanud Adisutjipto pada 8 Juli 2025. Dalam pidatonya di hadapan para petani tebu dan pejabat daerah, Gibran menyatakan, "Kami sebagai pembantu presiden ingin memastikan program-program visi-misi dari Pak Presiden bisa berjalan dengan baik, salah satunya pertanian swasembada pangan."
Pernyataan serupa kembali dilontarkan Gibran saat memberikan keterangan pers kepada awak media setelah acara panen tebu. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan program-program presiden, terutama di sektor pertanian dan swasembada pangan, berjalan dengan efektif. "Dan sebagai pembantu presiden, kita ingin memastikan program-program beliau, terutama untuk pertanian, swasembada pangan ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Ketika melakukan kunjungan kerja di Klaten, Jawa Tengah, pada 9 Juli 2025, Gibran juga kembali menegaskan perannya sebagai pembantu presiden. Penegasan ini disampaikan sebanyak tiga kali saat merespons isu penugasan wakil presiden untuk berkantor di Papua.
Isu tersebut bermula dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang menyebut bahwa Presiden Prabowo memberikan penugasan kepada Gibran untuk berkantor dan menangani isu-isu di Papua. Menanggapi hal ini, Gibran menyatakan kesiapannya untuk ditugaskan di mana pun sebagai pembantu presiden.
"Ya, kami sebagai pembantu Presiden siap ditugaskan di mana pun, kapan pun, dan saat ini kita nunggu perintah berikut. Kita siap, kita siap," kata Gibran. Ia juga menambahkan bahwa penugasan semacam ini bukanlah hal baru, karena sudah ada sejak era Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Oleh karena itu, Gibran menyatakan siap melanjutkan kerja keras wakil presiden sebelumnya.
"Sekali lagi, saya sebagai pembantu Presiden siap ditugaskan ke mana pun, kapan pun, dan ini kan melanjutkan kerja keras dari Pak Wapres Ma'ruf Amin untuk masalah Papua," tegasnya.
Gibran juga menekankan pentingnya sering turun ke daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia menyatakan kesiapannya untuk berkantor di mana saja, termasuk Papua, Jakarta, atau Ibu Kota Nusantara (IKN), demi menjalankan tugasnya sebagai pembantu presiden.
"Ini kita di mana pun kita jadikan kantor, karena bagi saya sekali lagi sebagai pembantu presiden harus sering ke daerah," pungkas Gibran.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan situs resmi Wakil Presiden RI, tugas seorang wakil presiden meliputi:
- Membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan dan mengambil keputusan penting.
- Menggantikan presiden jika berhalangan tetap atau sementara, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
- Menjalankan tugas tertentu yang diberikan oleh presiden, seperti memimpin rapat atau pertemuan pemerintahan.
- Mengawasi dan mengevaluasi kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
- Menjadi penghubung dengan lembaga negara lain, seperti DPR, MPR, dan lembaga yudikatif.
Dengan serangkaian penegasan ini, Gibran Rakabuming Raka ingin menunjukkan komitmennya untuk mendukung dan melaksanakan visi-misi presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.