Misteri di Balik Penampilan Nyentrik: Limbad Tertidur Saat Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an di Kantor Imigrasi Jeddah

Penampilan eksentrik seorang pesohor tanah air, Limbad, saat berada di Jeddah, Arab Saudi, memicu kesalahpahaman. Pria yang dikenal dengan aksi panggungnya yang misterius ini, sempat dicurigai oleh petugas imigrasi sebagai penganut ajaran sesat.

Kecurigaan tersebut muncul akibat gaya berpakaian dan ciri khas Limbad yang berbeda dari kebanyakan orang. Bahkan, ia sempat mendapatkan julukan kurang menyenangkan seperti "dajjal", "setan", hingga "penganut satanik". Untuk membuktikan apakah Limbad benar-benar seorang muslim, petugas imigrasi memutuskan untuk mengujinya dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Perwakilan Limbad menceritakan kronologi kejadian tersebut. Alih-alih menunjukkan reaksi aneh atau kesurupan seperti yang mungkin diharapkan, Limbad justru tertidur pulas saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Hal ini tentu saja membuat petugas imigrasi kebingungan. Mereka tidak menyangka bahwa Limbad akan bereaksi demikian.

"Master didengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an selama 30 juz sampai Master ketiduran karena keasyikan mendengarkan," ungkap perwakilan Limbad. "Harapannya dari pihak imigrasi, Master akan kepanasan atau kesurupan, tapi nyatanya Master asyik dan menikmatinya."

Kebingungan petugas imigrasi semakin bertambah ketika Limbad tidak menunjukkan reaksi negatif apapun selama pembacaan ayat suci. Padahal, pihak mutawif yang mendampingi Limbad sudah berusaha menjelaskan identitas asli Limbad sebagai seorang artis dan pesulap terkenal dari Indonesia. Namun, penjelasan tersebut tampaknya belum cukup meyakinkan.

Petugas imigrasi bahkan melakukan pemeriksaan fisik secara detail terhadap Limbad, mulai dari rambut gimbal hingga gigi taringnya. Puncak dari pemeriksaan tersebut adalah ketika Limbad diminta untuk membaca Al-Qur'an secara acak.

"Singkat cerita, Master disuruh baca Al-Qur'an secara random oleh pihak imigrasi. Kalau Master benar orang muslim, Master dengan senang hati baca Qur'an secara random, Al-Qur'an surat Ar-Rum sampai kelar dan akhirnya dibebaskan oleh pihak imigrasi dan berpelukan haru," jelasnya.

Limbad kemudian diminta membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an secara acak. Dengan lancar, Limbad melafalkan surat Ar-Rum hingga selesai. Setelah itu, barulah petugas imigrasi membebaskan Limbad dan mempersilahkannya untuk melanjutkan perjalanan umrahnya.

Perwakilan Limbad menambahkan bahwa seorang kepala keamanan setempat juga turut memberikan penjelasan mengenai identitas Limbad. Berkat penjelasan tersebut, kesalahpahaman akhirnya dapat diatasi dan Limbad dapat melanjutkan ibadah umrahnya dengan lancar.