Tiongkok Perluas Kebijakan Bebas Visa: Apakah Indonesia Termasuk dalam Daftar?
Tiongkok kembali mengambil langkah progresif dalam kebijakan visanya, memberikan akses bebas visa selama 30 hari kepada warga dari 74 negara. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendongkrak sektor pariwisata, memperkuat perekonomian, dan memproyeksikan pengaruh budaya Tiongkok secara global.
Data dari Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok menunjukkan dampak signifikan dari kebijakan pelonggaran visa. Pada tahun 2024, lebih dari 20 juta kunjungan asing tercatat tanpa memerlukan visa. Angka ini mencerminkan hampir sepertiga dari total kunjungan dan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Georgi Shavadze, seorang warga negara Georgia yang tinggal di Austria, berbagi pengalamannya saat mengunjungi Kuil Surga di Beijing. Ia menyoroti kemudahan yang diberikan oleh kebijakan bebas visa, yang menghilangkan kerumitan proses permohonan visa. "Ini sangat membantu orang-orang untuk bepergian karena sangat merepotkan untuk mengajukan visa dan menjalani prosesnya," ujarnya.
Sektor pariwisata Tiongkok menunjukkan persiapan matang untuk menghadapi lonjakan wisatawan asing, khususnya menjelang musim liburan musim panas. Perusahaan perjalanan dan pemandu wisata meningkatkan kapasitas mereka untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan akan meningkat tajam.
Gao Jun, seorang pemandu wisata berpengalaman dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, mengungkapkan kesibukannya dalam melayani permintaan yang terus meningkat. Ia bahkan membuka bisnis pelatihan untuk mempersiapkan lebih banyak pemandu wisata berbahasa Inggris. "Saya benar-benar kewalahan dengan banyaknya tur dan kesulitan untuk mengimbanginya," katanya.
Lonjakan minat terhadap perjalanan ke Tiongkok tercermin dalam data pemesanan. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, pemesanan tiket pesawat, hotel, dan layanan perjalanan lainnya melalui platform online meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 75% dari pengunjung tersebut berasal dari negara-negara yang termasuk dalam program bebas visa.
Namun, tidak semua negara mendapatkan perlakuan yang sama. Terdapat 10 negara yang hanya memenuhi syarat untuk skema transit bebas visa selama 10 hari, yaitu:
- Republik Ceko
- Lituania
- Swedia
- Rusia
- Inggris
- Ukraina
- Indonesia
- Kanada
- AS
- Meksiko
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan bertahap Tiongkok dalam membuka diri terhadap dunia, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti hubungan bilateral dan pertimbangan keamanan.