Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Sepekan Pasca Pengesahan RUU Anggaran AS

Harga emas global mengalami lonjakan signifikan setelah Senat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) anggaran yang diusulkan. Pengesahan ini memicu reaksi pasar dan mendorong investor untuk mencari aset-aset safe haven, sehingga emas menjadi pilihan utama.

Pada penutupan perdagangan hari Selasa (1/7/2025), harga emas di pasar spot mencatat kenaikan sebesar 1,1 persen, mencapai level 3.338,24 dollar AS per ons. Level ini merupakan yang tertinggi sejak 24 Juni 2025. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange juga mengalami peningkatan sebesar 1,3 persen, mencapai angka 3.349,8 dollar AS per ons.

Menurut analis dari Marex Edward Meir, pengesahan RUU anggaran ini menjadi katalis utama penguatan harga emas. Ketidakpastian yang timbul akibat kebijakan tersebut mendorong investor untuk mengamankan aset mereka pada instrumen yang dianggap aman seperti emas.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyampaikan peringatan terkait potensi lonjakan tarif impor, meskipun negosiasi dengan berbagai negara masih berlangsung. Masa jeda 90 hari yang diberikan sebelumnya akan segera berakhir, sehingga risiko penerapan tarif impor tetap menjadi perhatian.

Saat ini, pelaku pasar juga tengah menantikan data ketenagakerjaan dan penggajian AS yang akan dirilis pada pekan ini. Data ini akan menjadi acuan penting bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan.

Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada potensi penurunan suku bunga The Fed sebanyak dua kali pada tahun ini, dengan total penurunan sebesar 50 basis poin. Penurunan suku bunga pertama diperkirakan akan terjadi pada bulan September.

Dinamika Suku Bunga dan Daya Tarik Emas

Hubungan antara suku bunga dan harga emas berbanding terbalik. Ketika suku bunga tinggi, emas menjadi kurang menarik bagi investor karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi dan saham. Sebaliknya, ketika suku bunga rendah, imbal hasil dari instrumen investasi lain cenderung menurun, sehingga emas menjadi alternatif yang lebih menarik.

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas:

  • Kebijakan Moneter: Keputusan suku bunga oleh bank sentral, seperti The Fed, memiliki dampak signifikan terhadap harga emas.
  • Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi meningkat, permintaan terhadap emas cenderung naik.
  • Kondisi Geopolitik: Ketidakpastian geopolitik, seperti konflik atau krisis ekonomi, dapat mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti emas.
  • Nilai Tukar Dolar AS: Harga emas seringkali berbanding terbalik dengan nilai tukar dolar AS. Ketika dolar AS melemah, harga emas cenderung naik.

Kenaikan harga emas setelah pengesahan RUU anggaran AS menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset penting bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebijakan.