Tragedi KKN UGM di Maluku Tenggara: Kagama Maluku Berduka, Usulkan Penghargaan untuk Mahasiswa

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Maluku menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tenggelamnya longboat yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perairan Maluku Tenggara.

Ketua Kagama Maluku, Udhel Zaharudin Latuconsina, menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan organisasi. Ia menyatakan bahwa musibah ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga besar UGM dan keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Maluku, khususnya Maluku Tenggara.

"Kejadian ini menjadi duka mendalam bukan hanya bagi UGM dan keluarga yang ditinggalkan, namun juga masyarakat Maluku Tenggara. Kedua almarhum gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian dan dedikasi mereka akan senantiasa dikenang," ujar Udhel.

Udhel juga memanjatkan doa agar kedua almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ia juga berharap agar pengabdian yang telah dilakukan oleh kedua mahasiswa tersebut menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah SWT.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian kedua mahasiswa tersebut, Kagama Maluku mengusulkan kepada UGM untuk memberikan penghargaan khusus. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pengakuan atas dedikasi tinggi yang telah mereka tunjukkan selama melaksanakan tugas KKN di Maluku Tenggara.

"Kami dari Maluku mengusulkan agar UGM memberikan penghargaan akademik atau penghargaan pengabdian kepada kedua mahasiswa sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka," tegas Udhel.

Menurut informasi yang diperoleh, jenazah kedua mahasiswa tersebut diterbangkan dari Bandara Karel Sadsuitubun Langgur menuju Kota Ambon. Almarhum Septian Eka Rahmadi akan dipulangkan ke kampung halamannya di Sumbawa Barat, sementara almarhum Bagus Adi Prayoga akan diterbangkan ke Surabaya dan selanjutnya dibawa ke Bojonegoro.

Tragedi ini terjadi ketika longboat yang membawa rombongan mahasiswa KKN UGM bersama lima warga setempat mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Pulau Wearhu, Maluku Tenggara. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan kembali dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut setelah mengangkut pasir untuk pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) di desa tersebut.

Berikut adalah daftar nama mahasiswa yang menjadi korban:

  • Septian Eka Rahmadi
  • Bagus Adi Prayoga

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrem. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

Kagama Maluku berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UGM di Maluku dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.