Israel Konfirmasi Eliminasi Pejabat Tinggi Pasukan Quds Iran, Behnam Shahriyari
Militer Israel mengumumkan keberhasilan operasinya dalam melenyapkan Behnam Shahriyari, seorang komandan senior dari Pasukan Quds, sebuah unit elit dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Operasi yang diklaim Israel dilakukan pada Jumat malam waktu setempat itu, menargetkan Shahriyari saat ia berada di wilayah barat Iran.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Shahriyari, yang menjadi target serangan udara Israel, memainkan peran kunci dalam transfer persenjataan dari Iran ke berbagai kelompok proksi di seluruh wilayah Timur Tengah. IDF menuduh bahwa selama bertahun-tahun, Shahriyari aktif dalam mempersenjatai dan mendukung berbagai organisasi militan yang beroperasi di wilayah tersebut. Keterlibatannya yang luas dalam aktivitas destabilisasi ini telah menjadikannya target prioritas bagi Israel.
Shahriyari sebelumnya telah menjadi sasaran sanksi oleh Amerika Serikat dan Inggris. Pemerintah Inggris menuduh Shahriyari terlibat secara langsung dalam aktivitas permusuhan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran. Aktivitas ini, menurut Inggris, secara signifikan berkontribusi pada destabilisasi di beberapa negara, termasuk Israel, Irak, Yaman, dan Lebanon. Peran Shahriyari dalam memfasilitasi dukungan Iran kepada kelompok-kelompok ini membuatnya menjadi tokoh penting dalam jaringan pengaruh regional Iran.
Pasukan Quds, sebagai bagian integral dari IRGC, bertanggung jawab atas operasi di luar perbatasan Iran. Unit ini memiliki mandat untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok militan sekutu, termasuk organisasi-organisasi seperti Hizbullah dan Hamas. Penghapusan Shahriyari merupakan pukulan signifikan bagi kemampuan Pasukan Quds untuk menjalankan operasinya secara efektif di wilayah tersebut.
Sebelumnya, IDF juga mengumumkan telah berhasil menewaskan Saeed Izadi, seorang komandan Iran lainnya yang juga bertugas di Pasukan Quds. Juru Bicara IDF, Ephraim Defrin, menggambarkan Izadi dan Shahriyari sebagai tokoh-tokoh kunci yang berada di "garis depan proyek Iran untuk mendorong perang ke wilayah Israel." Komentar Defrin menyoroti pandangan Israel tentang peran kedua komandan tersebut dalam upaya Iran untuk meningkatkan ketegangan dan konflik di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan terpisah, Defrin juga menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel terus menyerang fasilitas nuklir di kota Isfahan, Iran. Defrin menggambarkan situasi saat ini sebagai "salah satu perang paling rumit dalam sejarah Israel" dan memperingatkan masyarakat Israel untuk bersiap menghadapi konflik yang "berkepanjangan." Dia menekankan bahwa IDF masih memiliki sejumlah target dan tujuan di Iran, dan akan terus melakukan operasi sampai ancaman yang ada dihilangkan.
"Kami akan terus melakukannya sampai ancaman yang ada disingkirkan," tegas Defrin, menggarisbawahi tekad Israel untuk melanjutkan operasinya sampai ancaman yang dianggap berasal dari Iran dapat dinetralisir.