Polres Siak Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Kericuhan PT SSL di HUT Bhayangkara ke-79

Polres Siak Ulurkan Tangan Bagi Korban Kericuhan PT SSL di HUT Bhayangkara

Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Siak menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan sosial kepada karyawan PT SSL yang terdampak kericuhan beberapa waktu lalu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang masih berada di tenda penampungan.

Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, secara langsung memimpin kegiatan bakti sosial ini. Didampingi oleh Kasi PMKK Kecamatan Siak, Edi Posman, para Pejabat Utama Polres Siak, personel Polsek Siak, pengurus Bhayangkari Cabang Siak, serta perwakilan manajemen PT SSL seperti Koordinator Lapangan Kurniawan dan Humas PT SSL Yun Kennedi, Kapolres menyerahkan bantuan kepada para karyawan yang terkena dampak peristiwa tersebut.

Dalam sambutannya, AKBP Eka Ariandy Putra menyampaikan rasa empatinya kepada para korban dan menekankan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membangkitkan semangat para korban untuk bangkit kembali.

"Kami hadir untuk memberikan bantuan sosial dan melihat langsung kondisi pasca kejadian. Kami berharap bantuan ini membawa manfaat dan semangat baru. Kepolisian akan terus melakukan patroli dan pengamanan demi menjaga situasi tetap kondusif," ujar AKBP Eka Ariandy Putra.

Selain memberikan bantuan, Kapolres Siak juga mendorong pihak PT SSL untuk segera melakukan pemulihan, termasuk membangun kembali mess karyawan yang rusak akibat kericuhan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi para karyawan yang kehilangan tempat tinggal.

Kericuhan yang terjadi di PT SSL, Desa Tumang, Kabupaten Siak, beberapa waktu lalu, dipicu oleh konflik lahan konsesi antara masyarakat dengan perusahaan. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah fasilitas perusahaan rusak dan dibakar massa.

Sebelumnya, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra menjelaskan bahwa konflik tersebut telah berlangsung lama antara masyarakat yang menduduki lahan konsesi dengan PT SSL selaku pemegang IUP HTI.

"PT SSL merasa memiliki IUP HTI dan tidak senang karena lahan mereka ditanami sawit oleh masyarakat," ungkap Kapolres.

Polisi telah melakukan penyelidikan terkait kasus kericuhan ini dan berupaya untuk menyelesaikan konflik lahan konsesi secara damai. Diharapkan, dengan adanya mediasi dan dialog yang konstruktif, konflik ini dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.

Aksi anarkis yang terjadi pada Rabu (11/6) lalu, dipicu oleh ketidakhadiran perwakilan perusahaan dalam mediasi lanjutan yang sedianya dijadwalkan pada pagi hari.