Kiat Mengelola Keuangan Ala Nicholas Saputra: Pendekatan Konservatif untuk Stabilitas Finansial
Aktor ternama, Nicholas Saputra, mengungkapkan pendekatan disiplin dan konservatifnya dalam mengelola keuangan. Bagi seorang pekerja seni dengan penghasilan yang fluktuatif, stabilitas finansial menjadi prioritas utama. Nicholas berupaya untuk secara konsisten "menggaji diri sendiri" setiap bulan, memastikan bahwa gaya hidupnya tidak melampaui kemampuan finansialnya.
"Prinsip utama saya adalah pengelolaan keuangan yang konservatif dengan risiko minimal," ujar Nicholas dalam sebuah acara di Jakarta. "Tujuannya adalah agar saya dapat memperoleh penghasilan bulanan yang stabil dan menghindari penurunan akibat gaya hidup yang berlebihan."
Strategi Nicholas Saputra didasarkan pada alokasi pendapatan yang cermat. Ia mengalokasikan maksimal 20% dari penghasilannya untuk pengeluaran sehari-hari, sementara sisanya dialokasikan untuk investasi, dana darurat, dan pendapatan pasif. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri terhadap godaan gaya hidup mewah. Menurutnya, hidup hemat dan menghindari gengsi adalah kunci untuk mengelola keuangan dengan baik dan meningkatkan kualitas hidup secara bertahap.
"Jangan terburu-buru meningkatkan kualitas hidup, karena di situlah jebakannya," tegas Nicholas. "Mengurangi kenyamanan gaya hidup sangatlah sulit dan dapat mempengaruhi kondisi mental. Pastikan peningkatan kualitas hidup terjadi secara perlahan dan pasti, dengan pengelolaan keuangan yang bijak dan konservatif."
Dalam berinvestasi, Nicholas Saputra menerapkan prinsip kehati-hatian. Ia cenderung memilih instrumen investasi yang aman dan minim risiko, seperti deposito, obligasi pemerintah, atau reksa dana pendapatan tetap. Dengan pendekatan investasi yang konservatif, Nicholas merasa tenang dan dapat menikmati waktu luangnya untuk bepergian tanpa khawatir.
"Saya telah berkecimpung di dunia perfilman selama 24 tahun dan mengalami berbagai pasang surut, termasuk keberhasilan dan kegagalan dalam investasi. Namun, karena saya selalu berpegang pada prinsip pengelolaan keuangan yang konservatif, risiko yang saya hadapi relatif kecil," ungkapnya.
Nicholas Saputra mengaku bahwa prinsip pengelolaan keuangan konservatif ini telah ditanamkan sejak kecil oleh mendiang ayahnya. Ayahnya menasihatinya untuk menabung sebanyak mungkin saat masih muda, karena pengeluaran akan terus meningkat seiring bertambahnya usia dan kebutuhan.
"Ayah saya selalu berkata, 'Mumpung masih muda, pengeluaranmu belum banyak. Semakin bertambah umur, pengeluaranmu akan semakin banyak dan kebutuhan akan semakin meningkat, baik dari segi kesehatan maupun kenyamanan. Jadi, mumpung masih muda dan sehat, nabung sebanyak-banyaknya dan pastikan apa yang kita investasikan itu bisa menghasilkan sesuatu,'" kenang Nicholas.