TBS Energi Utama Optimistis Arus Kas Stabil Pasca-Divestasi Aset PLTU

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menegaskan bahwa divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak akan mengganggu stabilitas arus kas perusahaan. Manajemen TOBA meyakinkan investor dan stakeholder bahwa langkah strategis ini justru akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Direktur TOBA, Juli Oktarina, menjelaskan bahwa meskipun secara akuntansi divestasi PLTU akan mencatatkan kerugian, namun dari sisi arus kas, perusahaan akan tetap membukukan keuntungan yang signifikan. Hal ini dikarenakan nilai penjualan aset PLTU tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan investasi awal yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.

TOBA kini tengah berfokus pada pengembangan bisnis non-batu bara yang lebih berkelanjutan. Perusahaan akan melakukan perhitungan yang cermat dan holistik terhadap return of investment (ROI) dari setiap investasi yang dilakukan. Monitoring secara reguler juga akan diterapkan untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Komitmen TOBA terhadap bisnis berkelanjutan juga tercermin dari rencana perusahaan untuk terus membuka peluang investasi pada proyek-proyek yang ramah lingkungan. Namun, setiap keputusan investasi akan selalu mempertimbangkan posisi keuangan perusahaan dan opsi-opsi yang paling menguntungkan.

Pada kuartal I-2025, TOBA mencatatkan pendapatan sebesar 392,8 juta dollar AS, mengalami penurunan sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 496 juta dollar AS. Penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi harga batu bara yang mempengaruhi pendapatan perusahaan.

Namun, EBITDA adjusted TOBA justru mengalami peningkatan sebesar 7 persen, mencapai 109,2 juta dollar AS, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 102,5 juta dollar AS. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga profitabilitasnya meskipun menghadapi tantangan fluktuasi harga batu bara.

Sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis, TOBA menargetkan untuk sepenuhnya meninggalkan bisnis berbasis energi fosil seperti pertambangan batu bara dan PLTU pada tahun 2030. Perusahaan akan fokus pada pengembangan bisnis yang berkelanjutan seperti pengelolaan limbah, energi baru terbarukan (EBT), dan kendaraan listrik (EV).

Sebelumnya, TOBA telah menyelesaikan divestasi seluruh kepentingannya pada aset PLTU Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) dengan total kapasitas 200 Megawatt (MW). Penjualan saham ini menghasilkan dana sekitar 144,8 juta dollar AS, yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan perusahaan. Hasil penjualan ini lebih tinggi dibandingkan dengan total modal yang ditanamkan untuk pembangunan kedua PLTU tersebut, yaitu sekitar 87,4 juta dollar AS.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait strategi bisnis TOBA:

  • Fokus pada bisnis berkelanjutan: Meninggalkan bisnis energi fosil dan beralih ke pengelolaan limbah, energi baru terbarukan, dan kendaraan listrik.
  • Divestasi aset PLTU: Melepas kepemilikan pada PLTU Minahasa Cahaya Lestari dan PT Gorontalo Listrik Perdana.
  • Optimalisasi arus kas: Memastikan arus kas perusahaan tetap positif meskipun terjadi kerugian akuntansi akibat divestasi.
  • Investasi yang cermat: Melakukan perhitungan ROI yang holistik dan memonitor kegiatan operasional secara reguler.
  • Ekspansi ke proyek EBT: Membuka peluang investasi pada proyek-proyek energi baru terbarukan yang menguntungkan.

Dengan strategi yang jelas dan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan, TOBA optimis dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.