Sulawesi Selatan Gencarkan Program Hafalan Al-Qur'an: Siswa dan Guru Ditargetkan Hafal Juz 30
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) menginisiasi program penghafalan Al-Qur'an yang menyasar siswa, guru, dan tenaga kependidikan di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Program ini tertuang dalam Surat Edaran Disdik Sulsel Nomor 100.3.4/3300/DISDIK yang secara khusus mengatur tentang hafalan Al-Qur'an bagi seluruh warga sekolah yang beragama Islam.
Inisiatif ini bukan merupakan sebuah bentuk hukuman atau penentu kelulusan maupun kenaikan kelas. Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menekankan bahwa program ini adalah kelanjutan dari upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di wilayah Sulawesi Selatan. Program hafalan ini akan diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Target minimal yang ditetapkan adalah hafalan Juz 30, berlaku baik bagi siswa, guru, maupun kepala sekolah.
Implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap. Bagi siswa kelas XII, targetnya adalah menghafal Juz 30 hingga mereka lulus. Siswa kelas XI akan menghafal Juz 30 dan Juz 29. Sementara itu, siswa kelas X akan memulai dengan menghafal Juz 30, kemudian melanjutkan dengan Juz 29 dan Juz 28 saat mereka naik ke kelas XI.
Evaluasi hafalan akan dilakukan melalui kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak eksternal, seperti Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan pondok pesantren. Cabang dinas pendidikan akan bertugas untuk mengawasi dan memantau jalannya program di masing-masing sekolah.
Nadjamuddin berharap, dengan adanya program ini, pemahaman agama di kalangan siswa dapat meningkat, sehingga dapat menekan angka kekerasan di masyarakat. Ia meyakini bahwa dengan kembali kepada nilai-nilai agama, perilaku negatif dapat lebih terkendali.
Pihak sekolah diberikan kebebasan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam proses pengujian hafalan Al-Quran siswa. Bentuk kerjasama ini bisa dilakukan dengan BKPRMI yang ada di tingkat kabupaten, maupun dengan melibatkan pondok pesantren yang ada di wilayah masing-masing. Iqbal juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan dipantau dan dikontrol langsung oleh cabang dinas pendidikan di setiap sekolah. Dengan pemantauan yang ketat diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Lebih lanjut, Iqbal Nadjamuddin menyampaikan harapan besar bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan akhlak siswa. Ia meyakini bahwa dengan memahami dan mengamalkan ajaran agama, siswa akan menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Program ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan agama. Dengan sinergi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi generasi muda Sulawesi Selatan.