KAI Logistik Optimistis Raih Pendapatan Rp1,8 Triliun Berkat Pengembangan Strategis

PT KAI Logistik, sebagai anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan melalui serangkaian pengembangan strategis yang tengah dijalankan. Perusahaan optimis dapat mencapai target pendapatan hingga Rp1,8 triliun pada tahun 2029.

Fokus utama pengembangan KAI Logistik tidak hanya tertuju pada komoditas batu bara, tetapi juga pada pengembangan fasilitas pergudangan modern di Pulau Jawa. Langkah ini diambil untuk mendukung layanan logistik terintegrasi yang lebih efisien dan komprehensif.

Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan pendapatan perusahaan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 10,4 persen. Selain itu, KAI Logistik juga menargetkan pertumbuhan volume produksi dengan CAGR sebesar 11,8 persen, dengan target volume mencapai 47,2 juta ton pada tahun yang sama.

Dalam perjalanan bisnisnya, KAI Logistik berhasil meraih sertifikat pemeringkatan AA (Double A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 14 Mei 2025 hingga 1 Mei 2026. Peringkat ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat, pengelolaan risiko yang cermat, serta komitmen untuk terus mengembangkan layanan logistik yang inovatif.

"Pencapaian peringkat AA ini mencerminkan komitmen kuat KAI Logistik dalam menjaga kesehatan keuangan, mengelola risiko secara cermat, dan terus mengembangkan layanan logistik yang inovatif," ujar Fredi.

"Peringkat AA ini bukan hanya pengakuan terhadap performa keuangan KAI Logistik, tetapi juga refleksi dari proyek-proyek strategis yang tengah kami jalankan untuk memperkuat rantai pasok nasional, khususnya dalam komoditas batu bara dan pengembangan infrastruktur logistik," imbuhnya.

Selain kinerja keuangan yang solid, KAI Logistik juga memiliki sejumlah proyek strategis yang diharapkan dapat mendukung performa perusahaan di masa depan. Salah satu proyek utama yang sedang dalam tahap penyelesaian adalah Coal Unloading Terminal Kramasan.

Proyek pengembangan terminal bongkar muat batu bara di Kramasan, Sumatra Selatan, memiliki potensi volume mencapai lebih dari 17 juta ton per tahun. Terminal ini akan menjadi simpul strategis dalam jaringan distribusi batu bara.

Selain itu, KAI Logistik juga tengah mengembangkan layanan pengelolaan container yard di Sumatra Selatan. Pengembangan jaringan stasiun muat berbasis Container Yard ini akan melayani area muat batu bara dengan kapasitas awal 1 juta hingga 1,5 juta ton per tahun, dan berpotensi mencapai kapasitas maksimal sebesar 4 juta ton per tahun. Proyek ini akan memperkuat layanan angkutan batu bara berbasis kereta api di wilayah Sumatra Selatan sebagai solusi logistik yang efisien.

Fredi menambahkan bahwa KAI Logistik akan terus berinovasi untuk menciptakan solusi logistik yang efisien, ramah lingkungan, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Peringkat AA menjadi pijakan penting bagi KAI Logistik untuk mewujudkan visi sebagai perusahaan logistik terdepan di Indonesia.

Berikut adalah beberapa proyek strategis KAI Logistik:

  • Coal Unloading Terminal Kramasan
  • Pengembangan layanan pengelolaan container yard Sumatra Selatan

Dengan berbagai inisiatif strategis ini, KAI Logistik optimis dapat mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan dan terus berkontribusi dalam pengembangan sektor logistik di Indonesia.