Survei: Mayoritas Milenial Sambut Baik Rencana Rumah Subsidi Minimalis
Respons Positif Generasi Milenial Terhadap Konsep Rumah Subsidi Minimalis
Rencana pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) untuk merevisi aturan luas minimal rumah subsidi mendapat respons positif dari sebagian besar generasi milenial. Hal ini diungkapkan oleh Tenaga Ahli Menteri PKP, Paulus Totok Lusida, yang menyatakan bahwa hasil survei menunjukkan sekitar 80% responden dari kalangan milenial menyetujui konsep rumah subsidi dengan luas 18 meter persegi.
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan mengenai kelayakan hunian dengan luas tersebut. Sejumlah pengamat properti dan pengembang rumah mengkritik rencana ini, dengan alasan bahwa luas 18 meter persegi tidak ideal untuk sebuah tempat tinggal yang nyaman. Namun, Kementerian PKP berargumen bahwa konsep ini menawarkan solusi bagi keterbatasan lahan dan harga properti yang semakin meningkat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan generasi muda.
Survei yang dilakukan oleh Kementerian PKP menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan opini mengenai luas rumah ideal. Hasilnya, mayoritas milenial yang menjadi responden menyatakan dukungan terhadap rumah subsidi 18 meter persegi, terutama yang dilengkapi dengan desain mezanin untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang. Desain rumah minimalis dan praktis menjadi daya tarik utama bagi generasi ini.
Revisi aturan luas minimal rumah subsidi ini tertuang dalam draf Keputusan Menteri PKP Nomor/KPTS/M/2025. Draf tersebut tidak hanya mengatur tentang luas bangunan, tetapi juga luas lahan minimal yang diusulkan menjadi 25 meter persegi, berbeda dengan aturan sebelumnya dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 689/KPTS/M/2023 yang menetapkan luas bangunan minimal 21 meter persegi dan luas lahan minimal 60 meter persegi.
Sebelumnya, Lippo Group telah memperkenalkan konsep rumah minimalis dengan luas 14 meter persegi dalam bentuk mock-up. Desain ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembang dalam membangun rumah subsidi yang terjangkau di wilayah-wilayah satelit Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.