Konflik Pengajian Berujung Aksi Massa di Brebes: Warga Protes Penutupan Jalan, Baliho Dicopot

Aksi massa terjadi di Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di sebuah lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai markas organisasi Front Pembela Islam (FPI). Kejadian ini dipicu oleh perselisihan antara warga setempat dan sekelompok jemaah pengajian yang berlangsung di kediaman seorang tokoh agama bernama Habib Hasan. Ketegangan memuncak ketika warga merasa terganggu dengan aktivitas pengajian yang dianggap menutup akses jalan.

Menurut keterangan Kepala Kelurahan Limbangan Kulon, Arba Setiono, insiden ini bermula ketika warga meminta agar panggung pengajian tidak menghalangi akses jalan. Mereka meminta agar disediakan ruang setidaknya satu meter untuk warga yang ingin melintas, terutama bagi mereka yang hendak menghadiri acara tahlilan. Sayangnya, permintaan ini tidak diindahkan, yang berujung pada penutupan total jalan.

"Awalnya ada warga yang meminta supaya panggung pengajian tidak menutup akses jalan," ujar Arba Setiono. "Mereka meminta diberi jarak satu meter untuk warga yang mau hadir tahlilan."

Penolakan terhadap permintaan warga tersebut memicu perdebatan sengit. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa cekcok terjadi antara panitia pengajian dan pemilik rumah. Situasi semakin memanas ketika seorang warga bernama Sultan Tegar Eka Saputra, yang mencoba melerai perselisihan, justru menjadi korban kekerasan. Ia dilaporkan dipukul dan ditendang oleh beberapa panitia, menyebabkan luka-luka.

Tindakan kekerasan ini memicu kemarahan warga. Sekelompok massa kemudian mendatangi lokasi pengajian dengan tujuan mencari pelaku pemukulan. Aparat kepolisian dari Polsek Brebes segera turun tangan mengamankan Habib Hasan dan beberapa panitia untuk mencegah aksi balasan yang lebih besar dari warga yang berang.

"Memang saya dan Kapolsek Brebes meminta untuk segera keluar dari rumah ini karena warga sudah mengepung," jelas Arba Setiono. "Mereka kemudian dibawa pakai mobil polisi."

Setelah insiden tersebut mereda, puluhan warga kembali mendatangi rumah Habib Hasan pada malam harinya. Mereka melakukan aksi pencopotan baliho dan poster bergambar tokoh-tokoh agama yang terpasang di rumah tersebut. Arba Setiono menjelaskan bahwa awalnya massa berniat melakukan perusakan, namun berhasil dicegah setelah mengetahui bahwa rumah tersebut merupakan kontrakan yang disewa oleh Habib Hasan.

Kapolsek Brebes, AKP Prapto, membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya penyerangan dan pembubaran pengajian. Ia menjelaskan bahwa pengajian tersebut diadakan oleh Majelis Dzikir Al Anfas, yang sebelumnya dikenal sebagai FPI. Karena adanya permasalahan tersebut, polisi melakukan mediasi antara korban dan jemaah Habib Hasan. Hasilnya, tercapai kesepakatan bahwa kegiatan pengajian tidak akan dilanjutkan demi mencegah keributan lebih lanjut.

  • Kronologi Singkat:
    • Warga meminta akses jalan tidak ditutup saat pengajian.
    • Permintaan ditolak, terjadi perselisihan.
    • Warga dilerai malah jadi korban pemukulan.
    • Massa datang, polisi amankan tokoh agama.
    • Baliho dicopot, pengajian dihentikan sementara.