Jakarta Genjot Ekspansi Transjabodetabek: Sepuluh Rute Baru Siap Layani Masyarakat Jabodetabek di Tahun 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pengoperasian sepuluh rute Transjabodetabek pada tahun 2025. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik antara Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya, menawarkan alternatif mobilitas yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa lima rute telah beroperasi sejak awal tahun ini, dan lima rute tambahan akan diluncurkan secara bertahap hingga akhir tahun. Pembukaan rute-rute baru ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas transportasi publik bagi warga Jabodetabek, mengurangi kemacetan, dan mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih berkelanjutan.

Berikut adalah daftar lima rute Transjabodetabek yang sudah beroperasi:

  • Blok M – Alam Sutera (S61)
  • Vida Bekasi – Cawang (B41)
  • PIK 2 – Blok M (T31)
  • Bogor – Blok M (P11)
  • Sawangan – Lebak Bulus (D41)

Dalam waktu dekat, Dishub DKI Jakarta berencana meluncurkan rute baru yang menghubungkan Terminal Bekasi dengan Dukuh Atas melalui Tol Becakayu. Selain itu, rute dalam kota yang menghubungkan Ancol dengan Blok M juga akan dibuka. Rute baru ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat tanpa perlu transit di titik-titik transit padat seperti Cawang atau Kampung Melayu. Syafrin menambahkan bahwa peluncuran rute-rute baru ini akan dilakukan secara bertahap dan akan diumumkan kepada publik.

Menurut evaluasi sementara, rute PIK – Blok M dan Bogor – Blok M menunjukkan tingkat permintaan penumpang yang tinggi. Respon positif dari masyarakat ini mendorong Dishub DKI Jakarta untuk mempercepat perluasan rute dan menambah jumlah armada bus. Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, sebanyak 200 unit bus listrik baru akan ditambahkan untuk mendukung operasional Transjakarta dan Transjabodetabek pada tahun ini.

Guna mendukung operasional sepuluh rute Transjabodetabek yang direncanakan, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan penambahan subsidi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp 300 – 400 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan layanan transportasi publik yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Jabodetabek.