Jawa Tengah Tinggalkan LPG, Dapur Program Makan Bergizi Beralih ke CNG
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mewujudkan kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengkonversi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) di dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa dari total 3.400 dapur MBG, sebanyak 202 di antaranya telah beroperasi dan mulai menggunakan CNG. Ia menekankan pentingnya integrasi swasembada energi melalui energi terbarukan di Jawa Tengah. Program MBG sendiri bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak, sehingga pemanfaatan CNG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mendukung tujuan utama program tersebut.
Gubernur Luthfi juga mengingatkan agar konversi ke CNG tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Ia mendorong pengembangan dan pemasaran CNG ke pedagang kecil dan rumah tangga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. PT. Jateng Petro Energi (JPEN), sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Tengah, diminta untuk berperan aktif dalam mengembangkan penggunaan CNG di seluruh wilayah Jawa Tengah.
"Energi terbarukan yang diinisiasi PT. JPEN ini berbasis di Jateng, sehingga modalnya nanti bisa diperbesar. Sehingga nanti tidak hanya menyasar MBG tapi pangsanya diperluas agar masyarakat Jateng tidak kekurangan gas melon itu, JPEN harus bisa mandiri dari gas melon," ungkap Luthfi.
Gubernur berencana untuk berkoordinasi dengan Pertamina guna memfasilitasi pemasaran CNG secara lebih masif. Sosialisasi kepada masyarakat juga akan ditingkatkan agar lebih banyak rumah tangga yang mengenal dan menggunakan CNG produksi PT. JPEN.
Menurutnya, BUMD harus memiliki orientasi bisnis yang kuat, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan sumber energi lokal dari Grobogan dan Blora diharapkan dapat memperkuat perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan.
Direktur Utama PT Jateng Petro Energi (JPEN), Dwi Budi Sulistiana, menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat titik MBG yang telah menggunakan CNG, yaitu di Kabupaten Wonogiri (Kecamatan Wonogiri, Manyaran, dan Baturetno) dan Kabupaten Semarang (Ungaran). Volume penggunaan CNG hingga Mei 2025 mencapai 4.800 m3. Rencananya, pada Juli 2025, penggunaan CNG akan diperluas ke 15 dapur MBG dan industri furniture di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kapasitas hingga 22.000 m3.
Selain program MBG, PT. JPEN juga memasok CNG ke tujuh pelanggan di sektor komersial, termasuk hotel, restoran, dan catering, dengan volume mencapai 7.000 m3.