Ainul Yakin: Ritual dan Tanggung Jawab Masinis KRL di Jabodetabek

Di balik kelancaran perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, terdapat sosok masinis yang memegang peranan krusial. Salah satunya adalah Ainul Yakin, atau yang akrab disapa Mas Nul, seorang masinis yang telah mengabdikan dirinya selama 10 tahun terakhir di lintasan tersibuk ini.

Bagi Mas Nul, menjalankan tugas sebagai masinis bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah amanah dan kebanggaan. Sebelum memulai setiap perjalanan, ia memiliki ritual khusus yang tidak pernah ditinggalkan: memohon restu dari kedua orang tua serta istri dan anaknya.

"Ritual saya sebelum dinas, pamit dulu ke 2 orang tua saya," ungkap Mas Nul. "Ke istri pun pamit, minta restu sama kasih nomor KA aja pasti," tambahnya.

Nomor Kereta Api (KA) yang diberikan kepada istrinya bukan sekadar informasi, melainkan juga sebagai pedoman. Dengan mengetahui nomor KA yang dikemudikan Mas Nul, keluarga dapat mengetahui lokasinya dan merasa tenang selama ia bertugas.

Setiap hari, Mas Nul bertanggung jawab menjalankan KRL dengan rute yang padat, seperti Depok Lama-Bogor-Jakarta Kota-Bogor-Depok Lama. Rute ini dikenal sebagai salah satu lintasan KRL tersibuk di Jabodetabek, menuntut kewaspadaan dan konsentrasi tinggi.

Sebelum memulai perjalanan, Mas Nul selalu memastikan kondisi seluruh rangkaian kereta dalam keadaan prima. Pemeriksaan meliputi mesin, suspensi, roda, cakram rem, serta sistem di dalam kabin masinis. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.

"Kondisi jalur yang sibuk dan potensi gangguan operasional memerlukan kewaspadaan tinggi," kata Mas Nul.

Sebagai informasi tambahan, KRL menjadi moda transportasi massal yang sangat diminati masyarakat. Pada tahun 2024, total volume pengguna KRL mencapai 374 juta orang, dengan 328 juta orang di antaranya merupakan pengguna KRL Jabodetabek.

Data tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran KRL dalam mendukung mobilitas masyarakat. Mas Nul merasakan kebanggaan tersendiri apabila dapat menjalankan tugasnya dengan lancar dan mengantarkan penumpang dengan selamat sampai tujuan.

"Tanggung jawab yang besar, membawa kereta dengan ratusan penumpang di dalamnya serta suatu kebanggaan bagi masinis mengantar penumpang dengan selamat sampai tujuan. Maka dari itu saya sangat terinspirasi jadi masinis," tuturnya.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Mas Nul kembali membawa kereta ke Depo KRL Depok. Meskipun rutinitas ini berulang setiap hari, ia tidak pernah merasa bosan. Baginya, menjadi masinis adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berbeda setiap hari dan menikmati perjalanan.

"Kalau bosan sih nggak, karena saya tuh emang senang jalan-jalan, bisa ketemu orang yang berbeda tiap hari," pungkas Mas Nul.