Aksi Protes ODOL di Solo Raya Berujung Anarki, Ambulans Jadi Sasaran Amuk Massa

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi truk di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, berujung ricuh. Aksi yang digelar sebagai bentuk penolakan terhadap aturan zero Over Dimension Over Load (ODOL) ini tidak hanya menyebabkan kemacetan parah di Ring Road Solo-Karanganyar, tetapi juga diwarnai tindakan anarkis berupa perusakan terhadap sebuah ambulans yang tengah melintas.

Insiden perusakan ini terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sebuah ambulans berusaha menerobos kerumunan massa yang memblokade jalan. Seorang anggota kepolisian tampak berupaya membuka jalan bagi ambulans tersebut. Namun, upaya tersebut terhambat oleh sebuah mobil boks yang sengaja dihentikan di depan ambulans.

Tiba-tiba, sejumlah orang yang diduga sebagai peserta demonstrasi mendekati ambulans tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya nekat melompat naik ke bagian depan kendaraan. Melihat situasi yang semakin memanas, aparat kepolisian segera bertindak untuk mengamankan ambulans dan penumpangnya.

Muhammad Fursan Ali (20), pengemudi ambulans tersebut, menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan dari Sragen menuju Solo untuk menjemput pasien yang akan dibawa ke Rumah Sakit Dokter Oen Kandang Sapi. Ia mengaku sempat dibantu oleh petugas kepolisian untuk melewati barikade truk yang menghalangi jalan. Namun, setelah berhasil melewati barisan truk, ambulansnya justru dihadang dan diperiksa oleh sejumlah orang yang kemudian melakukan perusakan.

"Setelah dibukakan jalan, ada satu orang yang melihat ambulans, setelah itu menggedor-gedor ambulans bahwasanya ambulans tidak ada isinya, kosong," ujarnya. Fursan menambahkan bahwa akibat tindakan tersebut, spion kanan ambulansnya patah dan bodi kendaraan mengalami sejumlah goresan.

Fursan mengaku tidak mengetahui bahwa kawasan tersebut menjadi lokasi demonstrasi. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah ruas jalan di Sragen juga mengalami pemblokiran akibat aksi serupa. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa dirinya telah membunyikan sirene sesuai prosedur yang berlaku.

Akibat insiden ini, pasien yang seharusnya dijemput oleh Fursan terpaksa diangkut oleh ambulans lain. Fursan berharap agar para pelaku perusakan dapat segera meminta maaf, memberikan klarifikasi terkait tindakan mereka, dan bertanggung jawab atas kerugian yang dialaminya. Ia juga menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak keluarga.

markdown * Kerugian Materiil: Spion kanan ambulans patah, bodi ambulans baret. * Dampak Lain: Penundaan penjemputan pasien, keresahan masyarakat. * Harapan Korban: Permohonan maaf, klarifikasi, ganti rugi.