Kepala Daerah Akan Menempati Barak Praja IPDN Selama Retreat
Sebanyak 87 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia akan merasakan pengalaman tinggal di barak praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Jawa Barat, selama mengikuti program retreat gelombang kedua yang dijadwalkan pada tanggal 22 hingga 26 Juni 2025. Penginapan ini menjadi bagian integral dari kegiatan retreat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempererat silaturahmi antar kepala daerah.
Barak praja IPDN, yang biasanya menjadi tempat tinggal para calon pamong praja, telah disiapkan untuk menyambut para peserta retreat. Barak Sulawesi Barat menjadi salah satu gedung yang akan digunakan untuk akomodasi. Terdapat dua tipe kamar yang tersedia, disesuaikan dengan jabatan masing-masing kepala daerah. Gubernur dan wakil gubernur akan menempati kamar dengan satu tempat tidur, sementara wali kota, wakil wali kota, bupati, dan wakil bupati akan ditempatkan di kamar dengan dua tempat tidur.
Setiap kamar telah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai, termasuk cermin, meja, kursi, serta kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan shower dan toilet duduk. Meskipun demikian, para kepala daerah tidak akan menemukan pendingin ruangan seperti kipas angin atau AC di dalam kamar mereka. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa udara di Jatinangor sudah cukup sejuk, sehingga penggunaan pendingin ruangan dianggap tidak perlu.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan bahwa pemilihan kampus IPDN sebagai lokasi retreat didasarkan pada efisiensi dari segi jarak dan biaya. Lokasi IPDN yang strategis, hanya satu jam perjalanan dari Jakarta, memudahkan akses bagi para peserta. Selain itu, fasilitas yang tersedia di kampus IPDN dinilai sangat memadai untuk mendukung kelancaran kegiatan retreat. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, pemerintah dapat menghemat anggaran karena tidak perlu menyewa tempat penginapan.
Lebih lanjut, Kemendagri ingin memperkenalkan kampus IPDN kepada masyarakat luas. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Kemendagri memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas dan mampu menghasilkan praja-praja yang siap melayani masyarakat dengan baik. Melalui interaksi dengan para kepala daerah, para praja IPDN juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mendapatkan inspirasi dari para pemimpin daerah yang telah berpengalaman.
Selama retreat, para kepala daerah juga diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan para praja IPDN. Interaksi ini diharapkan dapat membangun hubungan yang baik antara para pemimpin daerah dengan generasi penerus bangsa yang sedang menempuh pendidikan di IPDN. Para bupati, gubernur, dan wali kota dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan para praja, yang suatu saat nanti mungkin akan menjadi bagian dari pemerintahan daerah.
Retreat gelombang kedua ini akan melibatkan 87 kepala daerah dari berbagai tingkatan pemerintahan. Peserta terdiri dari 6 gubernur dan wakil gubernur, 6 wali kota dan wakil wali kota, 38 bupati, dan 37 wakil bupati.