Blue Bird Gelontorkan Dana Triliunan Rupiah untuk Modernisasi dan Ekspansi Armada di Tahun 2025

PT Blue Bird Tbk (BIRD), perusahaan transportasi terkemuka di Indonesia, telah mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 1,8 triliun untuk tahun fiskal 2025. Langkah strategis ini diumumkan oleh Direktur Keuangan Blue Bird, Irawati Salim, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis, 19 Juni 2025. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk peremajaan armada yang sudah ada dan ekspansi jumlah armada secara keseluruhan.

"Sebagian besar belanja modal Blue Bird akan kami fokuskan pada peremajaan armada dan penambahan armada," ujar Irawati Salim. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi permintaan pasar yang terus bertumbuh. Hingga kuartal pertama tahun 2025, sekitar 30% dari total anggaran capex telah diserap, menunjukkan progres yang positif dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Ekspansi armada menjadi fokus utama Blue Bird di tahun 2025. Perusahaan menargetkan penambahan sekitar 1.200 unit kendaraan baru. Meskipun demikian, detail mengenai komposisi antara armada konvensional dan kendaraan listrik (EV) belum diungkapkan secara rinci. Wakil Direktur Utama Blue Bird, Sigit Djokosoetono, menjelaskan bahwa keputusan terkait jumlah EV yang akan dibeli masih dalam pertimbangan, dengan menyeimbangkan antara kebutuhan peremajaan armada yang ada dan pengadaan unit baru.

"Jumlah EV kami perlu bertambah memang, tapi belum bisa menjelaskan berapa banyak," kata Sigit Djokosoetono. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa alokasi capex juga mencakup pembelian bus listrik dan kendaraan listrik tipe Multi-Purpose Vehicle (MPV), yang akan semakin memperluas variasi layanan yang ditawarkan oleh Blue Bird.

Optimisme terhadap kinerja keuangan perusahaan juga tercermin dalam target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang diproyeksikan tetap berada di kisaran dua digit sepanjang tahun 2025. Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mencatatkan pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut.

"Pencapaian ini menunjukkan ketahanan dan adaptasi Bluebird atas tantangan industri dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," ucap Adrianto Djokosoetono. Catatan positif ini menjadi fondasi yang kuat bagi Blue Bird untuk terus berinovasi dan memberikan layanan transportasi terbaik bagi masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, sepanjang tahun 2024, Blue Bird berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,04 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA perusahaan mencapai Rp 1,2 triliun, meningkat 9% secara tahunan. Laba bersih perusahaan juga menunjukkan peningkatan signifikan, tercatat sebesar Rp 593 miliar, naik 28% dibandingkan tahun 2023.

Berikut adalah poin penting yang dapat digarisbawahi dari pengumuman ini:

  • Anggaran Capex: Rp 1,8 triliun untuk tahun 2025.
  • Fokus Utama: Peremajaan dan penambahan armada.
  • Target Ekspansi: Penambahan sekitar 1.200 unit kendaraan.
  • Pertimbangan EV: Keseimbangan antara peremajaan dan pembelian baru.
  • Target Pertumbuhan: Pendapatan dan laba bersih di kisaran dua digit.

Dengan alokasi dana yang signifikan dan strategi yang jelas, Blue Bird menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi pemimpin di industri transportasi Indonesia dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.