Apresiasi Menperin untuk Gubernur Jateng: Strategi Jitu Tarik Investasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menuai pujian dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita atas inovasinya dalam menarik investasi ke provinsi tersebut. Strategi yang berani ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Inti dari strategi ini adalah instruksi kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bupati, dan wali kota untuk berperan aktif sebagai 'sales' dan 'marketer' investasi bagi wilayah masing-masing. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempromosikan potensi Jawa Tengah secara langsung kepada para investor.
"Strategi ini sangat positif. Kami di pusat bisa merasa tenang jika semua gubernur di Indonesia memiliki pola pikir yang sama dengan Bapak Ahmad Luthfi," ujar Agus Gumiwang saat menghadiri peresmian pabrik panel surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK).
Menperin berharap agar pendekatan proaktif yang diterapkan Gubernur Luthfi dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin daerah lain di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di berbagai pelosok negeri.
"Tidak heran jika Jawa Tengah kini menjadi magnet yang luar biasa bagi para calon investor untuk datang ke Indonesia," imbuhnya.
Data triwulan I tahun 2025 menunjukkan bahwa realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 21 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98 persen – melampaui rata-rata nasional. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini mencapai 8,32 persen, dengan laju pertumbuhan 0,09 persen.
Capaian ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan PDRB Jawa Tengah berada di atas rata-rata nasional. Menurut Menperin, derasnya arus investasi menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Semakin tinggi investasi, semakin besar potensi pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh sejumlah faktor pendukung, seperti:
- Jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah
- Kemudahan perizinan
- Ketersediaan lahan
- Kawasan industri yang lengkap
- Upah tenaga kerja yang kompetitif
"Bandara kami sudah berstandar internasional dan pelabuhan akan kami revitalisasi. Jadi, ke depan tidak ada lagi investor yang tidak tertarik. Rugi jika tidak berinvestasi di Jawa Tengah," tegasnya.
Menperin Agus Gumiwang menekankan pentingnya mempertahankan capaian positif ini. Ia berharap sektor industri manufaktur dapat menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Apalagi, penggunaan modul surya di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain.
Oleh karena itu, Menperin menyambut baik kehadiran PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kendal. Pabrik ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan ekosistem industri panel surya di Indonesia, mengingat PT TMAI merupakan pabrik panel surya terbesar di Tanah Air.
Ia juga mengapresiasi upaya PT TMAI dalam menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan. Sekitar 60 persen tenaga kerja di pabrik tersebut berasal dari masyarakat Kendal dan sekitarnya. Perekrutan tenaga kerja lokal ini dinilai sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui sekolah vokasi, program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), dan berbagai program berkelanjutan lainnya.