Polisi Dalami Motif Tersembunyi di Balik Video AI Umrah Borobudur yang Kontroversial
Kasus video kontroversial yang menampilkan simulasi umrah di Candi Borobudur menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus bergulir. Pihak kepolisian kini tengah mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik pembuatan video tersebut, selain promosi bisnis kemenyan yang sebelumnya diungkapkan oleh pembuatnya, Yulianto Harimurti.
AKP La Ode Arwansyah, Penjabat Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, menyatakan bahwa penyelidikan tidak hanya terfokus pada aspek komersial. "Ada indikasi motif lain yang sedang kami dalami. Namun, untuk saat ini, kami belum bisa memberikan informasi lebih detail karena proses penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.
Dalam upaya mengungkap kebenaran, penyidik telah melibatkan sejumlah ahli, termasuk pakar bahasa serta ahli informasi dan teknologi elektronik. Keterangan dari para ahli ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konten video AI tersebut dan dampaknya. Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu keterangan dari ahli agama yang ditunjuk oleh Polda Jawa Tengah untuk memberikan pandangan dari sudut pandang keagamaan.
Yulianto sendiri telah menjalani pemeriksaan oleh Polresta Magelang dan dikenakan wajib lapor setiap hari Selasa dan Kamis. Sebelum pemeriksaan, ia sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Yulianto mengakui bahwa ia adalah pembuat dan pengunggah video AI tersebut ke platform TikTok, menggunakan perangkat lunak Google Veo 3. Setelah menyadari dampak negatif yang ditimbulkan, Yulianto segera menghapus video tersebut dan membuat video klarifikasi sebagai bentuk permohonan maaf dan upaya untuk meredakan situasi.
Mulyanto menjelaskan bahwa Yulianto awalnya mengklaim pembuatan video tersebut sebagai bagian dari strategi promosi bisnis kemenyannya. Namun, dengan adanya indikasi motif lain yang sedang didalami oleh pihak kepolisian, kasus ini menjadi semakin kompleks dan menarik untuk diikuti perkembangannya. Masyarakat pun menantikan hasil penyelidikan yang diharapkan dapat mengungkap secara jelas motif sebenarnya di balik pembuatan video AI umrah Borobudur yang telah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.