DBS Indonesia Responsif Terhadap Kebijakan BI, Bunga Deposito Diturunkan
Bank DBS Indonesia mulai menyesuaikan suku bunga deposito sebagai respons terhadap penurunan BI Rate yang telah terjadi dua kali pada tahun ini. Langkah ini sejalan dengan imbauan Bank Indonesia (BI) kepada perbankan nasional untuk menurunkan suku bunga kredit dan deposito guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Djoko Soelistyo, Head of Investment and Insurance Product Bank DBS Indonesia, menyatakan bahwa penyesuaian suku bunga ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong konsumsi masyarakat. “Pemerintah meminta kita menyesuaikan, ya otomatis kita harus mengikuti. Kami yakin pemerintah positif dalam hal ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Natalina Syabana, Head of Segmentation and Liabilities Bank DBS Indonesia, menambahkan bahwa penurunan suku bunga deposito tidak berlaku secara merata. Penyesuaian dilakukan berdasarkan tenor (jangka waktu penyimpanan) dan jumlah dana yang ditempatkan. Deposito dengan tenor pendek dan jumlah dana yang lebih kecil mengalami penurunan bunga. Sementara itu, untuk deposito dengan tenor panjang dan jumlah dana yang besar, DBS Indonesia masih menawarkan bunga yang kompetitif, bahkan hingga 6 persen. Kebijakan ini mempertimbangkan kebutuhan likuiditas bank.
"Misalnya untuk yang jumlah besar dan tenor yang panjang, itu kita masih melihat kebutuhan likuiditasnya bank apa, nah itu yang masih kita berikan (bunga deposito tinggi). Tapi biasanya sih kalau untuk standarnya sudah disesuaikan," jelasnya.
Djoko juga menuturkan bahwa penurunan bunga deposito belum menyebabkan pergeseran dana nasabah dari deposito ke instrumen investasi lainnya. “Saya melihat pertumbuhan investasi kami dengan pertumbuhan deposito itu menurut saya sih sejalan,” katanya.
Berdasarkan data dari laman resmi Bank DBS Indonesia, bank ini menawarkan deposito dengan berbagai pilihan tenor, yaitu 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan, dengan penempatan dana mulai dari Rp 1 juta hingga di atas Rp 500 juta. Suku bunga deposito terendah adalah 4 persen untuk penempatan dana Rp 1 juta hingga Rp 4,9 juta dengan tenor 1 bulan, sedangkan suku bunga tertinggi mencapai 5 persen untuk penempatan dana di atas Rp 500 juta dengan tenor 3 bulan.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan pentingnya penurunan suku bunga kredit oleh perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. BI telah menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin pada bulan Januari dan Mei 2025, sehingga total penurunan mencapai 50 basis poin. Penurunan ini diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan.
"Ke depan, BI memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus menurun sehingga dapat mendorong penyaluran kredit pembiayaan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Perry Warjiyo.
Data menunjukkan bahwa suku bunga kredit perbankan pada Mei 2025 sedikit menurun menjadi 9,18 persen dari 9,19 persen pada bulan sebelumnya. Suku bunga deposito tenor 1 bulan juga mengalami penurunan menjadi 4,81 persen pada Mei dari 4,83 persen pada April 2025.
Berikut adalah poin-poin penting yang dapat ditarik dari berita ini:
- Bank DBS Indonesia menyesuaikan suku bunga deposito sebagai respons terhadap penurunan BI Rate.
- Penyesuaian suku bunga deposito tidak berlaku merata, melainkan berdasarkan tenor dan jumlah dana yang ditempatkan.
- BI mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Suku bunga kredit dan deposito perbankan telah menunjukkan sedikit penurunan.