Penembakan WNA Australia di Bali: Polisi Identifikasi Jenis Senjata dan Tetapkan Tersangka
Kepolisian Daerah Bali mengonfirmasi penggunaan senjata api jenis pistol kaliber 9 mm dalam insiden penembakan yang menimpa dua warga negara Australia di sebuah vila mewah di kawasan Munggu, Mengwi, Badung. Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu, 14 Juni 2025 lalu, mengakibatkan satu korban jiwa dan satu luka berat.
Kombes Ariasandy, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, menjelaskan bahwa meskipun jenis senjata telah diidentifikasi berdasarkan proyektil dan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian, upaya pencarian senjata api yang digunakan masih terus dilakukan. Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti signifikan dari lokasi kejadian, meliputi:
- 19 selongsong peluru
- Dua proyektil peluru utuh
- Lebih dari 50 pecahan proyektil peluru
Barang bukti tersebut ditemukan tersebar di tiga titik berbeda di dalam vila, yang menjadi lokasi penembakan. Polisi terus berupaya untuk menemukan senjata api yang digunakan oleh pelaku. Sebelumnya, polisi telah mengantongi hasil forensik, uji balistik, dan bukti rekaman CCTV di vila tersebut.
Dalam perkembangan kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua di antaranya, Midolmore dan Coskunmevlut, diduga kuat sebagai pelaku penembakan. Sementara itu, tersangka ketiga, Darcy Francesco Jenson, diduga berperan sebagai pihak yang menyediakan sarana transportasi berupa dua mobil dan lima sepeda motor yang digunakan oleh Midolmore dan Coskunmevlut dalam melancarkan aksi mereka.
Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Mapolres Badung dan akan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Penetapan pasal ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang telah menarik perhatian publik ini. Satu korban bernama Zivan Radmanovic tewas di tempat. Sedangkan, satu korban lainnya yakni Sanar Ghanim mengalami luka serius.