Adaptasi Ganda Dadakan: Fajar Alfian Akui Perlu Penyesuaian dengan Fikri Jelang Japan Open
Fajar/Fikri Jajal Kekuatan: Adaptasi Strategi Ganda Putra Jelang Japan Open
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian, mengungkapkan tantangan adaptasi yang dihadapinya saat berlatih dengan pasangan sementara, Muhammad Shohibul Fikri. Kolaborasi ini dipersiapkan untuk menghadapi turnamen BWF Super 750 Japan Open yang akan berlangsung pada 15-20 Juli mendatang.
Fajar mengakui bahwa penyesuaian perlu dilakukan mengingat kebiasaan bermain mereka yang sama-sama cenderung berada di area depan lapangan. Setelah rehat singkat usai Indonesia Open 2024, Fajar dan Fikri mulai menjalani latihan intensif bersama di Pelatnas PBSI, Cipayung.
"Setelah istirahat dua-tiga hari dari Indonesia Open, saya mulai latihan dengan Fikri sekitar enam hari lalu. Adaptasi pasti terasa karena kami berdua terbiasa bermain di depan," ujar Fajar.
Fajar menjelaskan bahwa meskipun ia dan Fikri sering berlatih bersama sebelumnya, dinamika pertandingan berbeda signifikan. Fokus dan pembagian peran menjadi kunci dalam membangun chemistry yang solid.
"Walaupun kami seringkali bermain bersama saat latihan, pertandingan memiliki intensitas dan tuntutan yang berbeda. Diperlukan fokus yang lebih tinggi dan pembagian peran yang jelas," tambahnya.
Strategi Pelatih dan Pembagian Peran
Menyadari potensi kendala tersebut, tim pelatih memberikan arahan khusus kepada Fajar dan Fikri. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan dan rotasi yang efektif di lapangan. Tujuannya adalah untuk menciptakan alur permainan yang lancar dan sulit ditebak oleh lawan.
"Pelatih memberikan instruksi agar kami berdua aktif bergantian mengisi posisi depan dan belakang. Antisipasi terhadap pergerakan lawan juga menjadi fokus utama," jelas Fajar.
Ia menambahkan, perbandingan peran antara dirinya saat berpasangan dengan Rian Ardianto dan saat bersama Fikri mengalami perubahan. Jika bersama Rian, ia cenderung lebih dominan di depan (70%), maka bersama Fikri, pembagian peran menjadi lebih seimbang (50:50).
Optimisme Menuju Japan Open
Fajar tetap optimis dengan persiapan yang ada. Ia meyakini bahwa waktu satu bulan menjelang Japan Open cukup untuk mematangkan kerjasama dengan Fikri. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan kondisi fisik sebelum memasuki fase pemantapan teknik.
"Waktu persiapan masih panjang, sekitar satu bulan menuju Japan Open. Kami berharap bisa semakin solid dan kompak. Saat ini, kami fokus meningkatkan kondisi fisik terlebih dahulu, sementara aspek teknik akan ditingkatkan menjelang pertandingan," pungkasnya.
Dengan semangat adaptasi dan kerja keras, Fajar dan Fikri bertekad untuk memberikan yang terbaik di Japan Open.