Kemensos Imbau Masyarakat Aktif Lapor dengan Bukti Valid Terkait Kendala Penerimaan Bansos

Kementerian Sosial (Kemensos) mengimbau masyarakat yang mengalami kendala dalam penerimaan Bantuan Sosial (Bansos) tahap kedua agar segera melaporkan permasalahan tersebut melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menekankan pentingnya pelaporan yang disertai bukti valid guna mempermudah proses verifikasi dan tindak lanjut oleh pihak Kemensos.

"Jika memang ada kendala dalam penerimaan bansos, kami mohon masyarakat untuk tidak ragu melaporkan. Namun, laporan tersebut hendaknya disertai dengan bukti yang memadai, seperti salinan rekening koran atau dokumen pendukung lainnya. Hal ini penting agar kami dapat melakukan pengecekan secara akurat dan memberikan solusi yang tepat," ujar Saifullah Yusuf.

Kemensos telah menyediakan berbagai kanal pelaporan yang dapat diakses oleh masyarakat, di antaranya:

  • Aplikasi Cek Bansos: Masyarakat dapat memanfaatkan fitur "Usul dan Sanggah" yang tersedia dalam aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan keluhan terkait penerimaan bansos.
  • Pendamping Sosial: Masyarakat dapat berkoordinasi dengan pendamping sosial yang bertugas di wilayah masing-masing untuk mendapatkan bantuan dalam proses pelaporan.
  • Dinas Sosial Daerah: Masyarakat dapat menghubungi Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan informasi lebih lanjut.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah: BPS juga dapat menjadi mitra dalam memverifikasi data penerima bansos dan membantu masyarakat dalam proses pelaporan.

Saifullah Yusuf menekankan bahwa laporan yang lengkap dan akurat akan sangat membantu Kemensos dalam mengidentifikasi permasalahan dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Kemensos berkomitmen untuk memastikan bahwa bansos dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami sangat menghargai partisipasi aktif masyarakat dalam memantau dan mengawasi penyaluran bansos. Laporan dari masyarakat merupakan masukan yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan efektivitas program bansos," tambahnya.

Berdasarkan data Kemensos, hingga saat ini, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai 80 persen atau sekitar 7.991.960 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara itu, penyaluran bantuan sembako telah mencapai 78 persen atau sekitar 14 juta KPM dari total 18,3 juta penerima. Kemensos terus berupaya mempercepat penyaluran bansos agar dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat yang berhak.