Penantian Berakhir: Jemaah Haji Sumenep Akhirnya Bertemu Keluarga Setelah Sambutan Resmi
Ratusan jemaah haji asal Sumenep, Jawa Timur, yang tergabung dalam Kloter 23, tiba di Gelanggang Olahraga (GOR) A Yani pada Rabu (18/6/2025) malam. Kedatangan mereka disambut dengan luapan emosi dari keluarga yang telah lama menanti. Tangis haru dan lambaian tangan memenuhi area parkir, mencerminkan kerinduan mendalam setelah lebih dari sebulan berpisah.
Para jemaah haji membalas sapaan hangat dari keluarga mereka dari balik jendela bus. Momen-momen emosional ini diabadikan oleh banyak keluarga menggunakan ponsel, sebagai kenangan berharga dari pertemuan yang telah lama dinantikan. Suasana semakin mengharukan dengan isak tangis bahagia yang terdengar di antara kerumunan.
Namun, kebahagiaan pertemuan itu sempat tertunda sejenak. Sesuai dengan protokoler, pintu bus tidak langsung dibuka saat kedatangan. Melalui pengeras suara, pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep mengumumkan bahwa pembukaan pintu bus akan dilakukan setelah acara penyambutan resmi oleh Bupati Sumenep. Pengumuman ini meminta keluarga jemaah haji untuk tidak mendekati bus hingga acara penyambutan selesai.
Suhaera dan Matnawi, pasangan suami istri dari Pulau Kangean, mengungkapkan perasaan campur aduk mereka. Meskipun dapat melihat anggota keluarga mereka di dalam bus, mereka harus bersabar menunggu selesainya acara. Kerinduan yang tak tertahankan terpancar dari mata Suhaera yang berkaca-kaca. Hal serupa juga dirasakan oleh Muhlis dan istrinya dari Kecamatan Manding, yang juga harus menunda pelukan hangat dengan keluarga mereka.
Guna menjaga ketertiban, petugas kepolisian dan TNI disiagakan di sekitar bus, mengawasi dan memastikan agar keluarga jemaah haji tetap tertib menunggu. Kehadiran petugas keamanan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kelancaran acara penyambutan, sekaligus menghormati protokoler yang telah ditetapkan.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan keyakinannya bahwa jemaah haji dan keluarga saling merindukan satu sama lain. Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah haji Kloter 23 menjadi haji mabrur, yang ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Setelah sambutan resmi selesai, petugas secara serentak membuka pintu bus bagian depan dan belakang. Momen ini disambut dengan luapan kegembiraan dan haru. Keluarga dan jemaah haji berhamburan saling berpelukan, melepaskan kerinduan yang telah lama terpendam. Tangis bahagia pecah di antara kerumunan, menandai akhir dari penantian panjang dan dimulainya kembali kebersamaan.
"Tentu saja senang bisa bertemu keluarga lagi," ujar Anas, seorang warga Sumenep, setelah memeluk ayahnya yang baru tiba dari Tanah Suci. Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari wajahnya, mewakili perasaan seluruh jemaah haji dan keluarga mereka.