Tragedi Pondok Ranji: Wanita Muda Tewas di Tangan Suami, Diduga Akibat Persoalan Rumah Tangga Berkepanjangan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencoreng wajah kehidupan bermasyarakat. Kali ini, tragedi memilukan terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), di mana seorang wanita muda berinisial RK (25) ditemukan tewas akibat tindakan suaminya sendiri, JN (37).

Peristiwa tragis ini sontak menggegerkan warga sekitar. Menurut penuturan Rahman, salah seorang tetangga korban, sebelum kejadian nahas tersebut, RK sempat beberapa kali berkeluh kesah mengenai permasalahan rumah tangganya dengan JN. Rahman mengungkapkan bahwa RK mengaku kerap menjadi korban KDRT selama kurang lebih lima tahun pernikahan mereka. "Ya, pernah cerita soal KDRT, tapi sudah lama katanya," ujar Rahman.

Lebih lanjut, Rahman menuturkan bahwa RK juga sempat bercerita mengenai kondisi JN yang disebutnya harus rutin mengonsumsi obat penenang. Menurut RK, hal ini kerap menjadi pemicu pertengkaran di antara keduanya. "Kemarin sempat cerita katanya suaminya itu masih harus mengonsumsi obat penenang. Kalau tidak, katanya punya skizo. Kalau disuruh minum obat itu suka berantem katanya. Terus istrinya ini sudah minta buat pelaku ke psikiater, karena itu tadi," jelas Rahman.

Meski demikian, Rahman mengaku tidak pernah menyaksikan secara langsung pertengkaran fisik antara JN dan RK. Ia menjelaskan bahwa pasangan suami istri tersebut terbilang baru mengontrak di lingkungan tempat tinggalnya. "Kalau saya sama istri saya tidak pernah lihat langsung ya mereka adu fisik atau bagaimana gitu. Karena baru 2 minggu dia, 3 mingguan," ucapnya.

Rahman juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum kejadian, ia merasakan adanya perubahan sikap yang janggal dari JN dan RK. JN, menurut Rahman, seolah berusaha menjauhkan RK dari tetangga, terutama istrinya. "Dua hari sebelumnya juga agak aneh. Kayak menjauhkan diri sama kita. Khususnya istri saya, istri saya tidak boleh lagi gaul sama korban. Mungkin takut istrinya ngomongin soal si suaminya itu," tutur Rahman.

Pada malam nahas itu, Senin (16/6), sekitar pukul 20.00 WIB, Rahman mengaku mendengar suara keributan dari kontrakan JN dan RK. "Nah, posisinya itu yang pas lagi ini saya lagi di dalam kamar sama istri. Mungkin sekitar jam 8.00 dengar cekcok. Tidak yang sampai kencang, biasa gitu. Ribut suami istri," katanya.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik tindakan keji JN yang merenggut nyawa istrinya sendiri. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran mengenai KDRT dan perlunya dukungan bagi para korban agar tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia.