Gibran Rakabuming Raka Terima Curhatan Seorang Ibu Disabilitas di Blitar Soal Kesulitan Ekonomi

markdown BLITAR, Jawa Timur - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Sukorejo, Blitar, Jawa Timur pada hari Rabu. Kunjungan ini menjadi momen bagi seorang ibu penyandang disabilitas untuk menyampaikan keluh kesahnya secara langsung kepada Gibran mengenai kesulitan ekonomi yang dialaminya.

Momen tersebut terjadi saat Gibran berinteraksi dengan para pasien yang hadir di puskesmas. Setelah menanyakan kondisi kesehatan seorang ibu dan mendapati bahwa tensinya sedikit tinggi, Gibran melanjutkan perbincangan.

"Oh, agak tinggi (tensinya). Tadi sarapan apa, Bu?" tanya Gibran.

Ibu tersebut menjawab dengan ramah, "Sarapane sayur bening kaliyan ikan asin."

"Biasanya tinggi, Bu?" Gibran kembali bertanya.

"Rendah," jawab ibu itu singkat.

Setelah berbincang mengenai kesehatan, ibu tersebut memberanikan diri untuk menyampaikan curahan hatinya. Ia mengungkapkan bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan menunjukkan tangan yang telah diamputasi akibat kecelakaan kerja di masa lalu.

"Ini momen ulang tahun, Pak, hari ulang tahun. Pak, saya penyandang disabilitas, ndak bisa usaha. Cari kerjaan ndak ada," ungkap ibu tersebut dengan nada penuh harapan.

Ibu tersebut kemudian menjelaskan bahwa kecelakaan kerja yang dialaminya saat berusia 20-an telah mengubah jalan hidupnya. Cita-citanya untuk menikah pun pupus akibat kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan betapa sulitnya mencari pekerjaan dalam kondisi disabilitas. Ia memohon bantuan modal usaha kepada Gibran.

"Saya dulu mau nikah, ndak jadi. Umur 20-an pas kecelakaan. Saya cari kerjaan ndak ada. Tolong, Pak, modalnya. Saya di jalan Tanjung," ujarnya.

Dengan penuh perhatian, Gibran menanyakan usaha apa yang sedang dijalankan oleh ibu tersebut.

"Usahanya apa?" tanya Gibran.

Ibu itu menjelaskan bahwa ia berjualan nasi pecel untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga mengungkapkan bahwa ibunya sudah lanjut usia dan menderita pengapuran tulang, sehingga ia tidak bisa bekerja ikut orang lain.

"Saya warung nasi pecel. Mamah yo wis sepuh. Kenek pengapuran juga. Karena saya ndak bisa ikut orang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran sempat melihat kartu BPJS Kesehatan milik ibu tersebut. Wanita itu juga mengeluhkan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH yo ndak pernah dapet," kata ibu itu.

"PKH ya, Bu?" timpal Gibran.

"Endak pernah dapet. Kastradanya yang dapet, mamah," jawab wanita itu.

Selain berdialog dengan pasien, Gibran juga membagikan bingkisan kepada anak-anak yang berada di Puskesmas Sukorejo. Dalam kunjungannya tersebut, Gibran didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kunjungan Gibran ke Puskesmas Sukorejo ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu dan penyandang disabilitas. Diharapkan, curhatan ibu tersebut dapat menjadi perhatian dan solusi dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.