Maruarar Sirait Gandeng Hashim Djojohadikusumo Tinjau Prototipe Rumah Subsidi Minimalis
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berencana mengajak Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, untuk meninjau mock up atau prototipe rumah subsidi minimalis. Langkah ini diambil di tengah polemik usulan pengurangan luas minimal rumah subsidi menjadi 18 meter persegi, yang sebelumnya menuai penolakan dari Satgas Perumahan. Pertemuan antara Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, dan Hashim Djojohadikusumo telah berlangsung, membahas secara terbuka mengenai isu krusial ini.
"Kita sampaikan terbuka sama Pak Hashim apa adanya, dan Pak Hashim kan memang sangat membantu saya," ujar Ara usai pertemuan di Jakarta Selatan. Ara mengindikasikan bahwa Hashim Djojohadikusumo turut berperan dalam mengupayakan investasi asing untuk mendukung program perumahan pemerintah. Meskipun demikian, Ara belum memberikan pernyataan tegas terkait apakah Hashim menyetujui usulan rumah subsidi berukuran 18 meter persegi. Ia hanya menyatakan bahwa penjelasan lebih lanjut akan diberikan pada waktu yang tepat.
Prototipe rumah minimalis yang akan ditinjau bersama Hashim berlokasi di kawasan perkotaan, tepatnya di Lobby Nobu Bank. Desain rumah tersebut merupakan gagasan dari James Riady, tokoh penting di balik Lippo Group. Ara berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada Hashim mengenai konsep rumah subsidi yang diusulkan.
Selain membahas isu luas rumah subsidi, pertemuan tersebut juga menyinggung mengenai dukungan Hashim dalam mendatangkan investor asing untuk Program 3 Juta Rumah. Ara tidak menyebutkan secara spesifik identitas investor yang dimaksud, namun memberikan isyarat bahwa investor tersebut mungkin merupakan pihak yang sudah memiliki ketertarikan sebelumnya atau investor baru yang tertarik dengan program ini.
Sebelumnya, Anggota Satgas Perumahan, Bonny Z Minang, mengaku terkejut dengan adanya usulan rumah subsidi berukuran 18 meter persegi. Ia bahkan baru mengetahui informasi tersebut dari media, karena isu ini belum pernah dibahas dalam rapat-rapat internal Satgas Perumahan bersama Kementerian PKP. Bonny segera mengkonfirmasi hal ini kepada Hashim Djojohadikusumo, yang saat itu sedang berada di London, Inggris. Hashim menyatakan bahwa dirinya juga tidak pernah mendengar atau menyetujui usulan tersebut. Bonny menegaskan bahwa seluruh anggota Satgas Perumahan memiliki pandangan yang sama mengenai isu ini.
Bonny menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Perumahan oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perumahan dalam tiga aspek utama, yaitu:
- Pengentasan kemiskinan
- Penyelesaian backlog perumahan
- Renovasi dan perbaikan kawasan
Bonny menegaskan bahwa tidak ada wacana atau pemikiran dari Satgas Perumahan untuk memperkecil luasan tanah dan bangunan rumah subsidi. Isu ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi target utama program rumah subsidi.