Polemik Desain Motor Listrik Tyranno: Indomobil Bantah Tudingan Plagiarisme

Kontroversi Desain Motor Listrik Tyranno Mencuat ke Publik

Kemunculan motor listrik Tyranno, produksi Indomobil Emotor, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat otomotif dan warganet mengkritisi desain motor ini, dengan menyebut adanya kemiripan dengan beberapa model lain yang sudah eksis di pasaran.

Beberapa pihak menyoroti kesamaan antara Tyranno dengan Yamaha BWS125, sebuah skutik yang populer di Taiwan. Selain itu, Lumio Tank, motor listrik yang sempat mencuri perhatian di ajang INAPA 2025, juga disebut-sebut memiliki garis desain yang serupa dengan Tyranno.

Walaupun demikian, perlu dicatat bahwa Tyranno juga memiliki sejumlah detail desain yang membedakannya dari kedua motor tersebut. Perbedaan ini menjadi poin penting dalam menanggapi tudingan plagiarisme yang dialamatkan kepada Indomobil.

Penjelasan Indomobil Terkait Desain Tyranno

Pius Wirawan, CEO Indomobil Emotor Internasional, menanggapi kontroversi ini dengan memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa desain Tyranno merupakan hasil pengembangan internal tim Indomobil. Meskipun demikian, Pius mengakui bahwa proses produksi molding dilakukan di luar negeri.

"Sebenarnya ini sama dengan pendekatan kami pada desain produk pertama. Saat pertama kali kami meluncurkan, memang langsung ada yang bilang mirip dengan model tertentu," ujar Pius.

Pius menjelaskan bahwa penggunaan sistem share molding di luar negeri merupakan langkah efisiensi yang diambil oleh perusahaan. Dengan sistem ini, beberapa perusahaan dapat menggunakan cetakan yang sama untuk memproduksi komponen kendaraan.

"Kami memang mendesain sendiri, namun untuk molding-nya kami investasi dan share molding di luar. Jadi wajar jika ada produk yang tampak mirip karena cetakan tersebut bisa digunakan secara umum," imbuhnya.

Menurut Pius, desain Tyranno didasarkan pada riset mendalam mengenai kebutuhan dan preferensi masyarakat Indonesia. Dimensi dan bentuk bodi motor ini telah disesuaikan agar sesuai dengan selera konsumen lokal.

"Kalau ada yang mirip, itu sangat mungkin terjadi. Di dunia ini ada sekitar 900 juta unit motor yang hanya terbagi dalam sekitar 20.000 model. Jadi kemiripan antar model itu hal yang sangat wajar," kata Pius.

Pius kembali menegaskan orisinalitas desain Tyranno. Ia menjelaskan bahwa desain dibuat berdasarkan riset tentang apa yang disukai masyarakat Indonesia. Desainnya dibuat di Indonesia, tetapi cetakannya atau molding-nya memang dilakukan di luar negeri.