Bulog Tegal Optimistis Capai Target Serapan Beras 90.000 Ton dengan Dukungan Babinsa

Perum Bulog Cabang Tegal menunjukkan keseriusannya dalam mengamankan stok beras nasional dengan menargetkan penyerapan hingga 90.000 ton beras dari para petani di wilayah eks Karesidenan Pekalongan pada tahun 2025. Target ambisius ini didukung oleh strategi kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk keterlibatan aktif dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Distrik Militer (Kodim) setempat.

Kepala Bulog Cabang Tegal, Agung Rohman, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni tahun ini, pihaknya telah berhasil merealisasikan penyerapan sebesar 64.579 ton beras, atau setara dengan 71,5 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dan memberikan optimisme bahwa target 90.000 ton dapat tercapai pada akhir tahun.

"Kami sangat optimistis dapat mencapai target ini, mengingat dukungan yang kami terima dari berbagai pihak sangat besar," ujar Agung. Ia menambahkan bahwa realisasi penyerapan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, Bulog Tegal hanya menargetkan penyerapan sebesar 22.000 ton, namun berhasil melampaui target tersebut dengan realisasi sebesar 36.000 ton atau 166 persen.

Salah satu strategi kunci yang diterapkan oleh Bulog Tegal adalah kerja sama erat dengan Babinsa, Dinas Pertanian, dan penyuluh pertanian. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan memastikan penyerapan beras dapat dilakukan secara optimal dari berbagai lokasi panen yang potensial. Babinsa memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang sedang memasuki masa panen, sehingga Bulog dapat segera melakukan penyerapan.

"Babinsa membantu kami memantau dan mengidentifikasi lokasi-lokasi panen. Informasi ini sangat berharga bagi kami untuk mempercepat proses penyerapan," jelas Agung. Selain itu, Bulog Tegal juga menjalin komunikasi yang intensif dengan para petani untuk memastikan harga gabah kering panen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Saat ini, Bulog Tegal memiliki stok beras sekitar 77.000 ton yang tersimpan di enam kompleks gudang yang tersebar di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga awal tahun depan. Selain beras hasil serapan lokal, Bulog juga memiliki cadangan beras impor yang berasal dari Vietnam, Thailand, dan Pakistan.

Cadangan beras impor ini dipersiapkan untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan pemerintah. Agung menjelaskan bahwa stok beras impor akan digunakan jika ada perintah penyaluran SPHP atau bantuan pangan dari pemerintah.

Dengan strategi yang komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak, Bulog Tegal optimis dapat mencapai target penyerapan beras sebesar 90.000 ton pada tahun 2025. Hal ini akan berkontribusi pada stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah tersebut, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Berikut rincian program Bulog:

  • Target Penyerapan: 90.000 ton beras (setara beras)
  • Realisasi hingga Juni: 64.579 ton (71,5% dari target)
  • Kerja Sama: Babinsa Kodim TNI, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian
  • Stok Beras: 77.000 ton di 6 gudang
  • Cadangan Impor: Vietnam, Thailand, Pakistan
  • Program Pendukung: SPHP, Bantuan Pangan Pemerintah