Indonesia Pacu Pembangunan Infrastruktur Digital: Dua Proyek Kabel Laut Skala Besar Siap Diluncurkan

Ekspansi Jaringan Kabel Laut Guna Penuhi Kebutuhan Internet yang Meningkat

Indonesia terus berupaya meningkatkan infrastruktur digitalnya untuk memenuhi permintaan akses internet yang terus meningkat. Ketrosden Triasmitra, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan kabel laut, mengumumkan rencana peluncuran dua proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang signifikan tahun ini. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas internet di seluruh negeri.

Proyek pertama, SKKL Rising 8, merupakan kolaborasi strategis dengan Mora Telematika Indonesia. Jaringan kabel laut ini akan menghubungkan tiga pusat ekonomi penting, yaitu Jakarta, Batam, dan Singapura. Saat ini, proyek tersebut telah mengantongi izin Pemberian Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, menandakan kemajuan signifikan dalam proses perizinan.

Menurut Dani Samsul Ependi, Direktur Operasional Ketrosden Triasmitra, izin pembangunan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan diharapkan akan segera diterbitkan. "Kami menargetkan izin pembangunan akan dirilis pada bulan Juni ini," ujarnya di Jakarta, menunjukkan optimisme terhadap kelancaran proyek.

SKKL Rising 8 akan membentang sepanjang sekitar 1.128,5 km dan menggunakan teknologi sistem Repeater canggih. Dengan kapasitas 25 terabite (TB) per second per fiber pair, kabel laut ini memiliki potensi untuk mencapai kapasitas maksimal hingga 400 Tbps. Kabel berkualitas tinggi dari produsen Jerman, Norddeutsche Seekabelwerke (NSW), akan digunakan dalam pembangunan ini, sementara Repeater akan dipasok oleh Alcatel Submarine Network (ASN) dari Perancis. Kabel dan repeater saat ini sudah berada di atas kapal Bentang Bahari milik perusahaan.

Dari sisi komersial, SKKL Rising 8 telah mengamankan kesepakatan dengan tiga pelanggan Off-Taker, dan negosiasi dengan sejumlah pelanggan potensial lainnya sedang dalam tahap akhir. Ketrosden Triasmitra optimis bahwa penggelaran SKKL Rising 8 akan selesai pada kuartal keempat tahun ini, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas internet di wilayah tersebut.

Pengembangan Jaringan di Indonesia Tengah

Selain SKKL Rising 8, Triasmitra juga berencana untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke wilayah Indonesia Tengah dengan proyek SKKL Indonesia Tengah. Proyek ambisius ini akan menghubungkan pulau Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi, mencakup total 9 segmen dengan panjang mencapai 2.597 km. Rute kabel laut ini akan melewati titik-titik strategis seperti Sanur (Bali), Kawinda Nae, Labuan Bajo, Makassar, Selayar, Baubau, Wakatobi, Kendari, Morowali, dan Luwuk.

Pembangunan SKKL Indonesia Tengah akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, yang dijadwalkan pada tahun 2026, akan fokus pada segmen yang menghubungkan Sanur hingga Makassar. Tahap kedua, yang direncanakan pada tahun 2027, akan melanjutkan pembangunan dari Selayar hingga Luwuk. Saat ini, proyek ini masih dalam tahap perizinan, dengan Surat Izin Rekomendasi 1 untuk kegiatan Marine Survey telah diterbitkan. Marine survey akan dilaksanakan setelah pembangunan SKKL Rising 8 selesai.

Kinerja Keuangan Perusahaan

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 dan Public Expose, Triasmitra mengumumkan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2024. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat sebesar Rp206 miliar, sementara laba usaha mencapai Rp84 miliar, mengalami peningkatan sebesar 8%.

Direktur Utama Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria, menyatakan bahwa perusahaan telah secara konsisten mencatat peningkatan pendapatan selama tiga tahun terakhir. Pendapatan meningkat dari Rp 353 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 391 miliar pada tahun 2023, dan mencapai Rp 556 miliar pada tahun 2024, tumbuh 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penjualan fiber pair kabel laut SKKL Rising 8 dari tiga pelanggan Off-Taker serta pelanggan baru untuk jaringan kabel darat Ultimate Java Backbone (UJB) dan jaringan kabel laut Jakarta - Surabaya (Jayabaya).

Selain itu, Triasmitra juga dipercaya oleh XL dan Fiberstar dalam layanan Managed Service untuk SKKL Palembang-Sungai Liat, dengan penyelesaian restorasi yang lebih cepat dari SLA yang ditetapkan. Perusahaan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dengan prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) untuk Bisnis Managed Service jaringan kabel laut maupun kabel darat. Selama tahun 2024, perusahaan mencatat perbaikan signifikan dalam parameter layanan seperti jumlah fiber cut, peningkatan Core Availability, penurunan waktu Mean Time to Repair (MTTR), serta capaian dalam layanan patroli laut.