PSI Nantikan Kejutan: Pendaftaran Calon Ketua Umum Semakin Dekat, Jokowi Jadi Kandidat?
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah bersiap menghadapi Kongres yang akan menentukan arah kepemimpinan partai untuk periode mendatang. Proses pendaftaran calon ketua umum (caketum) menjadi sorotan utama, dengan spekulasi mengenai kemungkinan majunya tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden Joko Widodo.
Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres PSI, Benediktus Papa, mengungkapkan bahwa proses verifikasi keanggotaan masih berlangsung intensif. Pendaftaran caketum sendiri masih terbuka hingga 23 Juni mendatang. "Konsolidasi di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) semakin solid. Kami menerima informasi bahwa akan ada pendaftar calon ketua pada hari Rabu atau Kamis. Kami akan segera mengumumkan identitas pendaftar tersebut. Proses ini menunjukkan perkembangan yang positif. Kita tunggu saja apakah Pak Jokowi berminat untuk mendaftar," ujarnya di kantor PSI, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/6/2025).
Beni menambahkan bahwa hingga saat ini, Jokowi belum secara resmi mendaftarkan diri sebagai anggota PSI. Pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Untuk menjadi caketum PSI, Jokowi, atau siapapun yang berminat, harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.
Persyaratan tersebut meliputi:
- Rekomendasi dari minimal 5 DPW (tingkat provinsi).
- Rekomendasi dari minimal 20 DPD (tingkat kabupaten/kota).
- Kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI.
- Komitmen terhadap partai.
Selain nama Jokowi, perhatian juga tertuju pada Ketua Umum PSI saat ini, Kaesang Pangarep. Benediktus menyatakan bahwa belum ada informasi mengenai apakah Kaesang akan mencalonkan diri kembali. "Kita tunggu saja. Mas Kaesang masih menjabat sebagai Ketua Umum. Kita lihat apakah beliau akan mendaftar," katanya.
Pemilihan ketua umum akan dilakukan secara elektronik (e-voting) selama sepekan. Saat ini, PSI tengah fokus memverifikasi keanggotaan untuk memastikan bahwa hanya anggota resmi yang berpartisipasi dalam pemilihan. "Kami ingin memastikan bahwa semua anggota yang memilih pada tanggal 12-19 Juli adalah anggota yang aktif," jelasnya.
Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menambahkan bahwa dari sekitar 250 ribu anggota yang telah dihubungi, sekitar 150 ribu telah merespons, dan 140 ribu di antaranya telah terverifikasi. Proses verifikasi masih terus berjalan, sehingga jumlah anggota terverifikasi berpotensi meningkat.