IHSG Menguat di Pembukaan Pasar, Rupiah Tertekan Sentimen Konflik Timur Tengah

markdown Pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal positif di awal perdagangan hari ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. Namun, pergerakan positif ini berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah yang justru mengalami tekanan di pasar spot. Sentimen global, khususnya perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pasar keuangan Indonesia.

Performa IHSG dan Analisis Teknikal

Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.163, mengalami kenaikan sebesar 46,01 poin atau 0,65 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 7.117,59. Data perdagangan menunjukkan bahwa 233 saham bergerak naik, sementara 131 saham mengalami penurunan, dan 199 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi yang tercatat hingga saat ini mencapai Rp 714,97 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 907,96 juta saham.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyampaikan bahwa keyakinan sebagian investor terhadap potensi meredanya konflik antara Israel dan Iran menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG. Pernyataan dari Amerika Serikat yang tidak ingin terlibat dalam serangan Israel terhadap Iran, serta sinyal dari Iran yang bersedia melanjutkan diskusi mengenai nuklir dengan AS, turut memberikan sentimen positif.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.120–7.330," ujar Nico Demus.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyoroti level support krusial IHSG di 7.083. Menurutnya, jika level ini ditembus, IHSG berpotensi mengalami koreksi lanjutan hingga level 6.994. Namun, jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.083, momentum bullish diperkirakan akan tetap terjaga.

"Level support IHSG berada di 7.083, 6.994, 6.929, dan 6.811, sementara level resistennya di 7.225, 7.261, 7.345 dan 7.444. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish," jelas Ivan.

Pergerakan Bursa Regional Asia

Bursa saham di kawasan Asia mayoritas dibuka di zona hijau. Beberapa indeks utama mencatatkan kenaikan, di antaranya:

  • Strait Times (Singapura): Naik 0,22 persen (8,43 poin) di level 3.916,89
  • Shanghai Composite (Tiongkok): Naik 0,05 persen (1,70 poin) di level 3.390,43
  • Nikkei (Jepang): Naik 0,67 persen (256,00 poin) di level 38.567,30
  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,22 persen (53,06 poin) di level 24.114,05

Tekanan pada Rupiah dan Sentimen Pasar

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menunjukkan pelemahan. Data Bloomberg mencatat, pada pukul 09.08 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.302 per dollar AS, melemah 37 poin atau 0,23 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 16.265 per dollar AS.

Ariston Tjendra, Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah masih berkonsolidasi di kisaran 16.200-16.300. Pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait konflik Israel-Iran. Meskipun tidak ada eskalasi yang signifikan di awal pekan ini, pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi perkembangan konflik tersebut.

"Peluang pelemahan rupiah hari ini masih ke arah 16.300, dengan potensi support di kisaran 16.200," ungkap Ariston.

Selain sentimen dari Timur Tengah, dollar AS juga berpotensi menguat terhadap mata uang lainnya akibat potensi eskalasi konflik dan negosiasi tarif yang berpotensi mengalami kebuntuan.