Relokasi Parkir ABA: Uji Coba Sambut Libur Sekolah di Eks Menara Kopi Yogyakarta

Menjelang libur sekolah, aktivitas relokasi parkir eks Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) di Yogyakarta mulai menunjukkan perkembangan. Juru parkir telah melaksanakan simulasi penataan bus di lokasi baru, yaitu area Eks Menara Kopi, Kotabaru. Langkah ini diambil sebagai persiapan menyambut potensi lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur sekolah.

Doni Ruliyanto, pengelola ABA, menjelaskan bahwa uji coba memasukkan bus ke area Eks Menara Kopi telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Kendala utama saat ini adalah akses masuk bagi bus berukuran besar dari arah timur, yang masih memerlukan manuver mundur. Meski demikian, jumlah bus yang melakukan parkir uji coba terus bertambah. Pada hari pertama uji coba tercatat dua bus, kemudian meningkat menjadi tujuh bus pada hari berikutnya. Selain bus, area parkir juga mulai dimanfaatkan oleh pelanggan rumah makan yang berlokasi di sekitar Eks Menara Kopi, terutama untuk kendaraan pribadi roda dua dan empat.

Salah satu solusi yang diusulkan untuk mengatasi kendala akses bus adalah dengan meninggikan gapura bertuliskan area parkir Malioboro. Dengan perubahan ini, bus dapat langsung masuk dari sisi selatan melalui pintu timur, dan keluar langsung menuju arah barat tanpa perlu berputar. Pihak pengelola juga telah melakukan koordinasi dan pengajuan izin terkait perubahan gapura tersebut.

Saat ini aktivitas pedagang eks ABA yang direlokasi ke Eks Menara Kopi belum berjalan normal. Para pedagang sedang mempersiapkan penataan barang dagangan mereka. Setelah serangkaian uji coba, pihak pengelola parkir akan mengadakan rapat untuk menentukan kapasitas maksimal area parkir. Estimasi awal menunjukkan bahwa Eks Menara Kopi dapat menampung sekitar 30 bus, dengan catatan akses di sisi barat dapat dimaksimalkan untuk tiga baris parkir. Namun, jika manuver mundur masih diperlukan, kapasitas akan dibatasi menjadi dua baris.

Uji coba parkir untuk sepeda motor dan mobil pribadi belum dilakukan di lokasi ini. Pengelola berharap pemerintah kota dapat memberikan penerangan yang memadai di sepanjang jalan dari Eks Menara Kopi menuju Malioboro. Minimnya penerangan dikhawatirkan membuat wisatawan enggan berjalan kaki menuju Malioboro pada malam hari. Beberapa sopir bus rombongan bahkan mengeluhkan kondisi tersebut, karena wisatawan merasa tidak aman berjalan kaki dari area parkir menuju Malioboro yang cukup jauh dan gelap.

Untuk itu, pengelola sangat mengharapkan adanya penambahan fasilitas penerangan di sekitar area parkir, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.