Jawa Timur Diproyeksikan Jadi Penyangga Ekonomi IKN Melalui Pemberdayaan UMKM
Provinsi Jawa Timur tengah dipersiapkan untuk memainkan peran sentral dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Dengan posisinya yang strategis, Jawa Timur diharapkan menjadi gerbang utama bagi aktivitas ekonomi dan logistik, khususnya bagi wilayah timur Indonesia, termasuk IKN itu sendiri.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyoroti pentingnya peran aktif Bank UMKM dalam mewujudkan visi ini. Menurutnya, pengelolaan Bank UMKM yang profesional dan aman sangat krusial dalam mengawal Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru. Hal ini disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 Bank UMKM di Surabaya.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, menyambut baik pernyataan tersebut dan menegaskan kesiapan lembaganya untuk mendukung seluruh program Pemerintah Provinsi, termasuk inisiatif menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memberikan kemudahan akses permodalan bagi para pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga perluasan pasar bagi produk-produk lokal, bahkan hingga ke mancanegara.
"Ini memudahkan pelaku-pelaku UMKM yang mempunyai produk-produk bisa diakses ke provinsi lain," ujar Irwan.
Dukungan terhadap UMKM di Jawa Timur juga diperkuat melalui program misi dagang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi. Program ini memberikan peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka ke luar pulau. Sebagai contoh, terdapat potensi besar untuk memasok kebutuhan seperti daging dan telur ayam ke wilayah Maluku Utara, yang menghadapi keterbatasan dalam produksi lokal.
"Dengan adanya Gerbang Baru Nusantara ini sangat membantu kami untuk mendorong UMKM kita untuk bisa berkembang selain di Jawa Timur, berkembang sampai di luar provinsi yang lain," imbuh Irwan.
Komitmen Bank UMKM dalam mendukung perekonomian daerah tercermin dari pertumbuhan signifikan penyaluran kredit yang mencapai Rp 2,88 triliun. Sebagian besar dana tersebut, yaitu 91,95 persen, dialokasikan untuk sektor produktif, khususnya bagi pelaku UMKM di Jawa Timur, baik sebagai modal kerja maupun investasi. Hal ini menunjukkan peran aktif Bank UMKM sebagai BUMD dalam mendukung perekonomian daerah dan mempersiapkan Jawa Timur sebagai penopang utama IKN dan simpul logistik bagi kemajuan Indonesia bagian timur.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Jawa Timur diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang handal bagi IKN dan wilayah timur Indonesia secara keseluruhan. Pemberdayaan UMKM menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut, dengan dukungan dari sektor perbankan dan kebijakan pemerintah yang sinergis.