Analis: Kinerja Pertamina Tidak Berpengaruh Signifikan pada Saham PGEO, PGAS, dan ELSA

Kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) pada tahun 2024, yang mencatatkan laba bersih signifikan, diprediksi tidak akan menjadi katalisator utama bagi performa saham anak-anak perusahaannya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Menurut pengamat pasar modal, Teguh Hidayat, faktor-faktor lain memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan Elnusa (ELSA).

"Sebenarnya yang paling berpengaruh itu adalah kinerja masing-masing perusahaan dan sentimen harga minyak global," ujar Teguh Hidayat. Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas energi global, seperti minyak dan gas, memiliki dampak yang lebih langsung terhadap saham PGEO, PGAS, dan ELSA dibandingkan dengan kinerja keuangan induk perusahaan. Ketika harga minyak global mengalami kenaikan, saham-saham anak perusahaan Pertamina cenderung mengikuti tren positif tersebut.

Selain itu, Teguh Hidayat juga menyoroti fakta bahwa Pertamina bukan merupakan perusahaan terbuka, sehingga data kinerja keuangannya tidak sepenuhnya tersedia bagi publik. Hal ini menyulitkan investor untuk membuat proyeksi yang akurat terkait dampaknya terhadap anak perusahaan. Meskipun Pertamina telah mencatatkan keuntungan dalam beberapa tahun terakhir, Teguh Hidayat berpendapat bahwa keuntungan tersebut sebagian besar didorong oleh subsidi pemerintah, yang membuatnya kurang relevan sebagai indikator kinerja saham anak perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, Pertamina berhasil membukukan laba bersih sebesar 3,13 miliar dollar AS atau sekitar Rp 49,5 triliun sepanjang tahun 2024. Perusahaan juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara sebesar Rp 401,73 triliun melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen. Selain itu, penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai Rp 415 triliun.