Atasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri, Disdik Sulsel Siapkan Skema Penempatan Guru di Sekolah Swasta
Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah merancang strategi inovatif untuk mengatasi potensi masalah daya tampung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai antisipasi kemungkinan adanya lulusan SMP yang tidak dapat tertampung di SMA/SMK negeri. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah penempatan guru-guru dari sekolah negeri di sekolah swasta.
Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah swasta sekaligus memberikan solusi bagi siswa yang tidak dapat masuk ke sekolah negeri. "Kami sedang merencanakan beberapa langkah, dan salah satunya adalah menempatkan guru-guru dari sekolah negeri di sekolah swasta. Tujuannya adalah agar sekolah swasta juga dapat meningkatkan kualitasnya," ujarnya.
Langkah ini dipandang sebagai solusi yang efektif mengingat keterbatasan daya tampung yang dimiliki oleh SMA/SMK negeri di Sulsel, terutama di kota Makassar. Dengan melibatkan sekolah swasta, diharapkan seluruh siswa lulusan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Disdik Sulsel telah memulai dialog dengan berbagai pihak sekolah swasta untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga pengajar. Mekanisme yang diusulkan adalah guru-guru negeri yang ditugaskan di sekolah swasta akan tetap mendapatkan gaji dari pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban biaya operasional sekolah swasta dan pada akhirnya menekan biaya pendidikan bagi siswa.
Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah swasta agar tidak memungut biaya tambahan dari siswa yang dialihkan dari sekolah negeri. Ia berpendapat bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah swasta seharusnya sudah mencukupi untuk menutupi biaya operasional.
Selain itu, penempatan guru negeri di sekolah swasta juga bertujuan untuk memastikan pemenuhan jam pelajaran (JP) bagi guru-guru bersertifikasi. Skema ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, yaitu membantu sekolah swasta dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar dan sekaligus menjaga hak-hak guru negeri.
Inisiatif ini direncanakan akan mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang. Sebagai langkah tambahan, Disdik Sulsel juga tengah mempertimbangkan pengembangan sekolah online atau virtual sebagai alternatif bagi siswa yang tidak dapat tertampung di sekolah formal.
"Kami sedang memikirkan cara agar seluruh anak-anak dapat bersekolah. Salah satu solusinya adalah dengan menyiapkan sekolah online atau virtual," kata Iqbal.
Sebagai informasi tambahan, daya tampung SMA dan SMK negeri di Sulsel pada tahun ini mencapai 126.498 kursi, sementara jumlah lulusan SMP diperkirakan mencapai 109.440 orang. Di Makassar, terdapat ketimpangan yang signifikan, di mana jumlah pendaftar SMA negeri mencapai lebih dari 22 ribu, sementara daya tampung hanya 8.508 kursi.