Stres: Kapan Menjadi Ancaman Kesehatan Mental dan Fisik?

Setiap individu pasti pernah mengalami tekanan atau stres dalam kehidupannya. Sebuah laporan terbaru dari Ipsos pada Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini menunjukkan bahwa mayoritas orang di berbagai negara mengalami stres yang berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari mereka. Lantas, kapankah stres berubah menjadi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan kita?

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, stres pada dasarnya adalah respons alami tubuh terhadap tantangan atau ancaman. Ini adalah mekanisme pertahanan yang membantu kita mengatasi situasi sulit. Namun, masalah muncul ketika stres menjadi tidak terkendali dan mengganggu fungsi normal tubuh dan pikiran.

Stres Sebagai Reaksi Alami

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa stres adalah respons alami tubuh terhadap perubahan atau tantangan. Saat menghadapi situasi yang membuat stres, tubuh akan memproduksi respons fisik dan mental untuk membantu menyesuaikan diri. Stres dapat bersifat positif, membuat kita waspada, termotivasi, dan siap menghadapi bahaya.

Namun, stres menjadi masalah ketika pemicunya terus berlanjut tanpa adanya relaksasi atau pemulihan.

Kapan Stres Menjadi Bahaya?

Dokter Jiemi Ardian menekankan bahwa stres menjadi berbahaya ketika respons yang diberikan sudah tidak adaptif. Artinya, respons tersebut justru merugikan diri sendiri atau orang lain. Contohnya, seseorang yang membentak atau memukul anaknya karena stres menunjukkan respons yang tidak adaptif dan merugikan.

Respons tubuh yang tidak adaptif terhadap stres dapat menyebabkan distress atau penderitaan, baik bagi individu yang mengalami stres maupun orang-orang di sekitarnya. Dalam kasus yang parah, stres dapat menyebabkan disabilitas atau masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Stres juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang. Gejala fisiologis yang muncul akibat stres meliputi:

  • Susah tidur
  • Nyeri kepala
  • Migrain
  • Nyeri tengkuk
  • Nyeri otot

Selain itu, stres dapat memperburuk kondisi penyakit fisik seperti diabetes dan hipertensi, serta memicu kecemasan pada penderita penyakit jantung. Jika gejala-gejala ini muncul, maka stres sudah berada pada tingkat yang berbahaya dan membutuhkan pertolongan dari ahli kejiwaan profesional.

Stres kronis atau stres yang berlangsung dalam jangka panjang merupakan jenis stres yang paling berbahaya. Stres akut yang terjadi secara tiba-tiba dan intens, seperti kehilangan orang terdekat, mengalami kecelakaan yang menyebabkan disabilitas, menjadi korban kejahatan, atau mengalami bencana alam, juga dapat memicu respons kesehatan yang berbahaya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda stres dan mencari bantuan profesional jika merasa stres sudah mengganggu kualitas hidup dan kesehatan.