Pesona Aurora Australis Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional
Aurora Australis Menari di Atas Bumi: Rekaman Memukau dari ISS
Pemandangan spektakuler Bumi dari ketinggian orbit rendah kembali hadir. Kali ini, seorang astronaut NASA, Jonny Kim, berhasil mengabadikan fenomena alam yang memukau, Aurora Australis, dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Rekaman time-lapse tersebut juga menampilkan keindahan lain seperti badai petir yang menyala di tengah kegelapan malam dan kerlap-kerlip lampu kota yang menghiasi permukaan Bumi.
Kim, yang baru saja memulai misinya selama delapan bulan sebagai teknisi penerbangan di Ekspedition 73, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan inspirasi dan panduan dari sesama astronaut, Nichole 'Viper' Ayers, yang dikenal aktif membagikan foto-foto astronomi memukau di media sosial. Dengan bimbingan Ayers, Kim berhasil menangkap momen langka Aurora Australis yang menari-nari di angkasa.
"Berkat beberapa petunjuk dan kiat dari @Astro_Ayers, saya menangkap aurora pertama saya," tulis Kim dalam unggahannya di platform X. Ia bahkan menganalogikan proses pengambilan gambar aurora ini dengan memancing, membutuhkan kesabaran, persiapan matang, dan sedikit keberuntungan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Time-lapse tersebut memperlihatkan transisi dramatis dari matahari terbenam hingga munculnya cahaya aurora yang memukau. Saat ISS memasuki sisi malam Bumi, bintang-bintang mulai bermunculan di atas lapisan atmosfer. Lampu-lampu kota dan kilatan petir terlihat jelas di bawah gumpalan awan. Kemudian, menjelang akhir video, tirai cahaya hijau Aurora Australis mulai menari-nari di langit malam, saat ISS melintas di atas wilayah Asia Tenggara dan Australia.
Fenomena aurora terjadi ketika partikel-partikel bermuatan dari angin matahari bertabrakan dengan medan magnet Bumi. Interaksi ini menyebabkan partikel-partikel tersebut berinteraksi dengan gas oksigen dan nitrogen di atmosfer atas, menghasilkan cahaya warna-warni yang mempesona.
Rekaman time-lapse Kim berakhir saat ISS kembali memasuki sisi siang Bumi, panel surya stasiun luar angkasa tersebut kembali terpapar sinar matahari. Sebagai informasi, ISS menyelesaikan 16 orbit mengelilingi Bumi setiap 24 jam, melaju dengan kecepatan rata-rata 28.000 kilometer per jam.
Detail Rekaman Time-Lapse
- Awal: Matahari terbenam di balik Bumi, menandai malam hari di ISS.
- Durasi: Periode 45 menit saat ISS berada dalam bayangan Bumi.
- Visual: Bintang-bintang, lampu kota, badai petir, dan aurora.
- Lokasi Aurora: Terlihat saat ISS melintas di atas Asia Tenggara dan Australia.
- Akhir: ISS kembali ke sisi siang Bumi.
Keberhasilan Kim mengabadikan Aurora Australis ini tidak hanya menyajikan pemandangan yang indah, tetapi juga memberikan perspektif unik tentang keajaiban alam yang terjadi di planet kita.