Bripka Hery Agustinus: Dedikasi Polisi Bagi Penyandang Disabilitas dan Masyarakat Terpencil di Manggarai Timur
Di tengah hiruk pikuk tugas kepolisian, Bripka Heribertus Agustinus B Tena, seorang anggota Polres Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelma menjadi sosok inspiratif. Dikenal dengan panggilan akrab Polisi Hery, ia mendedikasikan diri untuk membantu mereka yang termarginalkan, khususnya penyandang disabilitas, lansia, dan warga kurang mampu yang tinggal di pelosok daerah. Dengan motto "ingin bermanfaat bagi sesama", Hery tak hanya menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang sejati.
Perjalanan Hery dalam aksi kemanusiaan dimulai sejak Mei 2022. Ia aktif sebagai relawan di berbagai organisasi, termasuk Relawan Peduli Sesama di Borong dan Kitabisa.com. Keprihatinannya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Manggarai Timur, di mana banyak yang hidup dalam keterbatasan dan minim akses layanan kesehatan, menjadi pendorong utama aksinya. Hery melihat banyak warga yang pasrah dengan keadaan, menganggapnya sebagai takdir yang tak bisa diubah. Ia ingin memberikan harapan baru, bahwa perubahan positif itu mungkin.
Kiprah Hery bukan sekadar memberikan perhatian, tetapi juga solusi nyata. Ia membantu warga yang sakit dengan mengurus dokumen kesehatan seperti kartu BPJS, mencari donatur melalui platform daring, dan mengantarkan mereka ke fasilitas kesehatan yang memadai. Bahkan, ia rela menempuh perjalanan hingga 100 kilometer dengan sepeda motor untuk menjangkau penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.
Salah satu contoh nyata dedikasinya adalah ketika ia mengantarkan penderita katarak ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Setelah operasi, pasien tersebut dapat melihat kembali dengan normal. Selain itu, Hery juga rutin membagikan sembako kepada warga tidak mampu, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), anak penderita stunting, dan lansia. Ia bahkan rela mengorbankan tabungannya untuk membeli motor demi membeli sembako dan membiayai kegiatan sosialnya.
Ketulusan Hery dalam membantu sesama menarik perhatian banyak pihak. Ia kini mendapatkan dukungan dari berbagai donatur, termasuk pengusaha lokal dan yayasan. Dukungan ini memungkinkannya untuk menjangkau lebih banyak orang dan memberikan bantuan yang lebih besar.
Meski menghadapi tantangan di lapangan, seperti medan yang sulit diakses dan kecurigaan dari beberapa keluarga pasien, Hery tidak pernah menyerah. Dengan ketulusan dan konsistensi, ia berhasil membuktikan komitmennya dan membangun kepercayaan masyarakat. Salah satu kisah yang paling berkesan adalah keberhasilannya membantu dua pasien gondok dari Manggarai Timur menjalani operasi di Kupang, meskipun saat itu ia sedang bertugas di Papua.
Hingga saat ini, Hery telah membantu puluhan warga melalui penggalangan donasi, baik secara daring maupun melalui yayasan. Bantuannya menjangkau tidak hanya Manggarai Timur, tetapi juga kabupaten tetangga. Ia fokus pada kasus-kasus seperti disabilitas, stunting, tumor, dan katarak, yang sering terabaikan karena keterbatasan ekonomi dan akses transportasi.
Latar belakang pendidikan Hery sebagai Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik dan Magister Forensik, serta pengalamannya selama 17 tahun di Polri, menjadi modal berharga dalam menjalankan aksi kemanusiaannya. Ia membuktikan bahwa kebaikan tidak mengenal batas tugas dan profesi.
Meski kini bertugas di Papua, Hery tetap setia melayani masyarakat Manggarai Timur dari jauh. Ia terus berkomunikasi dengan relawan di daerah dan memastikan bantuan tetap tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Ia berjanji untuk terus hadir di tengah warga, memberikan harapan, dan memperjuangkan kualitas hidup yang lebih baik.
Kisah Polisi Hery adalah cermin ketulusan dan pengabdian tanpa batas. Ia bukan hanya seorang polisi, tetapi juga pahlawan kemanusiaan yang menginspirasi banyak orang. Ia telah membuktikan bahwa satu hati yang tulus dapat menggerakkan banyak perubahan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain bantuan materi, Hery juga menjalin kolaborasi dengan Yayasan Help Flores (YHF) untuk menyediakan kursi roda bagi penyandang disabilitas. Ia menyerahkan langsung kursi roda kepada mereka yang membutuhkan, seperti yang dilakukannya kepada Titus Paput, seorang penyandang disabilitas yang menderita stroke di sebuah desa terpencil.
Kegiatan sosial Hery tidak berhenti di situ. Ia juga secara rutin mengunjungi anak yatim piatu dan keluarga yang hidup dalam kemiskinan untuk memberikan bantuan berupa kasur dan sembako. Ia rela menempuh perjalanan ratusan kilometer, bahkan di tengah hujan lebat, demi memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
"Saya melayani ini karena saya sangat mencintai rakyat Manggarai Timur yang mengalami kesulitan ekonomi dan menyandang disabilitas," ujar Hery.
Daftar Bantuan yang Diberikan Bripka Hery:
- Pengurusan dokumen BPJS Kesehatan
- Penggalangan dana melalui Kitabisa.com
- Pembagian sembako
- Penyediaan kursi roda
- Pengantaran pasien ke rumah sakit
- Bantuan kasur dan kebutuhan pokok lainnya
Semoga kisah inspiratif Bripka Hery dapat menjadi teladan bagi kita semua untuk selalu peduli dan membantu sesama, tanpa memandang perbedaan dan keterbatasan.