Kontroversi Kades di Cirebon: Sawer di Kelab Malam dan Pengakuan Kekayaan
Aksi seorang kepala desa (Kades) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat setelah video dirinya menyawer di sebuah kelab malam viral di media sosial. Casmari, Kades Karangsari, Kecamatan Weru, mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa uang yang digunakan untuk menyawer berasal dari kantong pribadinya.
Dalam pernyataannya, Casmari bahkan mengaku sebagai orang kaya dengan kepemilikan banyak rumah dan tiga unit mobil. Pengakuan ini sontak memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian mempertanyakan sumber kekayaan sang kepala desa, sementara yang lain menyoroti etika seorang pejabat publik yang menghambur-hamburkan uang di tempat hiburan malam.
Menanggapi viralnya video tersebut, Casmari menjelaskan bahwa aksinya itu terjadi secara spontanitas karena terbawa suasana di kelab malam. Ia juga membantah bahwa uang yang digunakan berasal dari dana desa. Lebih lanjut, Casmari mengklaim bahwa selama menjabat sebagai kepala desa, gajinya selalu disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan perbaikan jalan desa.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon telah memanggil Casmari untuk memberikan klarifikasi terkait tindakannya. Dalam klarifikasinya, Casmari mengakui kesalahannya dan menyatakan siap menerima sanksi moral. Pihak DPMD juga telah meminta Casmari untuk membuat surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Jika kejadian tersebut terulang, Casmari akan dikenakan sanksi administratif.
Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkan, kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas pejabat publik, khususnya terkait dengan pelaporan harta kekayaan. Berdasarkan penelusuran, nama Casmari belum terdaftar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), padahal kepala desa diwajibkan untuk melaporkan kekayaannya sejak tahun 2024.
Berikut beberapa poin yang menjadi sorotan dalam kasus ini:
- Aksi Sawer: Video Kades Casmari menyawer di kelab malam memicu kontroversi.
- Pengakuan Kekayaan: Casmari mengaku kaya dan memiliki banyak aset.
- Klarifikasi: Casmari mengklaim uang sawer berasal dari dana pribadi.
- Tanggapan DPMD: DPMD Cirebon memanggil Casmari dan memberikan sanksi moral.
- LHKPN: Casmari belum melaporkan harta kekayaannya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik untuk selalu menjaga etika dan moralitas, serta transparan dalam melaporkan harta kekayaan mereka. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam mengawasi kinerja dan perilaku para pemimpin mereka.