Surabaya Terapkan Program Sekolah Tanpa PR dan Jam Masuk Lebih Awal untuk Bentuk Karakter Siswa

Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah inovatif dalam dunia pendidikan dengan menerapkan program sekolah tanpa pekerjaan rumah (PR) dan jam masuk pagi yang dimulai sejak tahun 2022. Kebijakan ini berlaku di seluruh sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di seluruh Kota Pahlawan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan disiplin, membentuk karakter yang kuat, menumbuhkan minat dan bakat, serta mengembangkan kreativitas para pelajar di Surabaya. Program ini dikenal dengan nama Sekolah Arek Suroboyo (SAS).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa program SAS yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan kreatif. Beliau menyampaikan hal ini saat meninjau kegiatan siswa di SDN Kaliasin I beberapa waktu lalu. Eri Cahyadi menekankan bahwa program ini juga merupakan upaya untuk mengurangi kenakalan remaja di kota Surabaya.

"Sejak Januari 2022, kami telah menjalankan SAS. Di dalam SAS, terdapat program sekolah kebangsaan dan pengembangan bakat minat. Jika saat ini masih ada geng motor dan berbagai bentuk kenakalan remaja, hal itu disebabkan kurangnya pembentukan karakter sejak dini," ujar Eri Cahyadi.

Fokus utama program SAS adalah pada pengembangan karakter dan kreativitas siswa. Program ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk lebih disiplin, tetapi juga meningkatkan rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga.

Melalui SAS, siswa memiliki lebih banyak waktu untuk bersosialisasi di masyarakat dan berinteraksi dengan keluarga. Jam belajar di sekolah dimajukan, dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 06.30 WIB, dan berakhir pada pukul 12.00 WIB.

"Kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, sampai shalat zuhur. Setelah shalat berjamaah, siswa mengikuti kegiatan sekolah kebangsaan, wawasan kebangsaan, dan pengembangan bakat minat," jelas Eri Cahyadi.

Selain itu, siswa SD dan SMP di Surabaya tidak lagi dibebani dengan PR. Pekerjaan rumah digantikan dengan kegiatan pendidikan karakter dan pengembangan bakat setelah jam pelajaran di kelas selesai. Dengan demikian, siswa tidak terbebani tugas sekolah di rumah dan dapat menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah.

"Saya ingin anak-anak Surabaya sering berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat, sehingga karakter mereka akan terbentuk dengan baik. Karakter ini tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga di rumah dan di lingkungan tempat tinggal mereka," tambah Eri Cahyadi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa program ini dijalankan berdasarkan instruksi Wali Kota Eri Cahyadi, khususnya terkait jam sekolah yang terlalu panjang dan mengurangi aktivitas sosial siswa di luar sekolah.

"Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB, dan pendalaman materi dilakukan hingga pukul 14.00 WIB. Artinya, dua jam tersebut sangat efektif. Anak-anak dapat mengikuti pembelajaran melalui pengembangan bakat masing-masing, seperti melukis, menari, mengaji, dan sebagainya," kata Yusuf Masruh.

Yusuf Masruh menjelaskan bahwa penyelesaian PR bagi siswa SD dan SMP dapat dilakukan melalui kelas pengayaan di sekolah. Hal ini bertujuan agar siswa tidak terbebani PR ketika berada di rumah.

"Agar anak-anak tetap segar, setelah pulang sekolah mereka tidak lagi memiliki beban untuk mengerjakan PR. Oleh karena itu, pengayaan pembelajaran antarteman dapat membantu menyelesaikan PR, sehingga mereka tidak perlu memikirkannya lagi saat di rumah," ujarnya.

Program pendalaman karakter ini melatih siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan berani memberikan pendapat untuk menciptakan desain atau rencana pengembangan pengetahuan. Selain itu, program ini juga mendapat respons positif dari berbagai pihak.

Salah satu siswa kelas 8 SMPN 6 Surabaya, Yusuf Bagus Kristianto, mengapresiasi program SAS. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan disiplin siswa, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat. Program ini telah meningkatkan kreativitas siswa sejak diluncurkan pada tahun 2022.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya karena telah menyiapkan program ini. Bahkan, sejak tahun 2022, sudah tidak ada PR lagi. Sekolah menggantinya dengan latihan soal yang dikumpulkan di waktu tertentu," kata Bagus.

Berkat program ini, siswa dapat mengikuti berbagai kegiatan kreatif yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. "Setelah kegiatan di kelas, kami mengikuti SAS pada pukul 13.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB," pungkas Bagus.

Program Sekolah Arek Suroboyo ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda Surabaya yang berkarakter, kreatif, dan berprestasi.