Fasilitas Nuklir Natanz Terkontaminasi Pasca Serangan yang Diduga Dilancarkan Israel
Iran mengumumkan temuan kontaminasi zat kimia dan radioaktif di dalam kompleks nuklir Natanz setelah serangan yang dituduhkan kepada Israel. Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menyatakan bahwa kontaminasi tersebut terlokalisir dan tidak menyebar ke area di luar fasilitas. Kepala AEOI, Mohammad Islami, meyakinkan publik bahwa tidak ada alasan untuk khawatir di luar area yang terdampak, dan upaya pembersihan internal sedang berlangsung.
Menurut Islami, kerusakan akibat serangan tersebut tampaknya terbatas pada area permukaan, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ia mengecam tindakan Israel sebagai tindakan gegabah yang mengancam keamanan global. Islami menuduh Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, telah berulang kali mengambil langkah-langkah yang merusak perdamaian dan keamanan dunia.
Juru Bicara AEOI, Behrouz Kamalvandi, dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, mengungkapkan bahwa Israel diduga menembakkan beberapa rudal ke fasilitas Natanz dengan tujuan menembus bagian bawah tanah. Ia mengkonfirmasi adanya kontaminasi di lokasi tersebut, namun menekankan bahwa penyebarannya terbatas di dalam fasilitas dan tidak menimbulkan ancaman di luar kompleks. Kamalvandi menambahkan bahwa tingkat kontaminasi nuklir yang terdeteksi tidak menimbulkan kekhawatiran yang signifikan.
Fasilitas nuklir Natanz telah lama menjadi sorotan dan menjadi target potensial dalam konflik regional. Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, dengan laporan yang belum diverifikasi tentang serangan militer Israel yang menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran serta tokoh-tokoh penting militer, termasuk kepala Garda Revolusi Iran dan kepala staf angkatan bersenjata Iran.