Pria di Bantul Urungkan Niat Bunuh Diri Usai Surat Wasiat Viral, Psikolog Ungkap Peran Naluri Bertahan Hidup

Rencana Bunuh Diri yang Gagal di Bantul: Kisah Pria dan Semangkuk Soto

Peristiwa menghebohkan terjadi di Kretek, Bantul, ketika seorang pria dikabarkan berniat mengakhiri hidupnya. Kabar ini bermula dari penemuan sebuah sepeda motor dan surat wasiat di sekitar Jembatan Kretek I pada Minggu malam (8/6). Surat tersebut berisi pesan perpisahan yang mengindikasikan niat pria tersebut untuk bunuh diri akibat tekanan hidup yang dialaminya. Dalam suratnya, pria tersebut meminta agar jenazahnya dicari oleh Tim SAR setelah ia melompat dari jembatan.

Kepolisian Resor Bantul segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penemuan tersebut. AKP I Nengah Jeffry, Kasi Humas Polres Bantul, menjelaskan bahwa petugas telah menghubungi pihak keluarga dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, terdapat kejanggalan yang ditemukan terkait dengan dugaan korban melompat ke sungai. Fakta mengejutkan terungkap kemudian, pria tersebut ditemukan dalam keadaan sehat walafiat sedang menikmati sarapan soto.

Sorotan Psikolog tentang Naluri Bertahan Hidup

Kasus ini menarik perhatian warganet yang menyoroti bagaimana hal-hal sederhana, seperti semangkuk soto, dapat 'menyelamatkan' nyawa seseorang. Psikolog dari Ohana Space, Veronica Adesla, memberikan tanggapannya terkait fenomena ini. Ia menjelaskan bahwa setiap individu memiliki survival instinct atau naluri untuk bertahan hidup. Naluri ini, menurut Veronica, seringkali menjadi faktor penentu dalam situasi kritis seperti keinginan untuk bunuh diri.

"Biasanya di saat critical, insting untuk hidup ini teraktivasi bisa karena banyak hal. Misal, 'ohh kalau ini aku lakukan dan tidak berhasil, aku malah menambah beban orang lain, kalau aku jadi cacat bagaimana?'," ujar Veronica.

Veronica menambahkan bahwa momen kecil, seperti mendapatkan telepon dari seseorang atau merasa tidak sendirian, dapat memicu perubahan pikiran. Individu tersebut mungkin memaknai situasi tersebut sebagai pertanda bahwa dirinya masih dikehendaki untuk hidup.

Jangan Meremehkan Niat Bunuh Diri

Veronica Adesla menekankan bahwa keputusan untuk mengakhiri hidup bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Seseorang yang sampai pada titik tersebut mungkin telah mengalami tekanan hidup yang berat. Ia menyebutkan istilah major depressive disorder (MDD), di mana seseorang dengan kondisi depresi parah dapat mengembangkan keinginan untuk mengakhiri hidup, memikirkan cara-caranya, hingga melakukan tindakan percobaan bunuh diri.

Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan seseorang yang mengungkapkan niat untuk bunuh diri. Komentar-komentar sinis atau anggapan bahwa orang tersebut hanya mencari perhatian dapat memperburuk keadaan. Sebaliknya, dibutuhkan dukungan dan empati untuk membantu individu tersebut mencari pertolongan profesional.

Penting untuk diingat: Depresi dan keinginan bunuh diri bukanlah masalah sepele. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi yang semakin parah, segera hubungi profesional seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan jiwa. Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan jiwa melalui laman resminya, www.pdskji.org. Di sana, Anda dapat melakukan pemeriksaan mandiri untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa Anda.