Tragedi di Singkawang: Bayi Rafa Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Empat Hari Menghilang

Misteri Kematian Bayi Rafa di Singkawang: Polisi Lakukan Investigasi Mendalam

Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tengah dirundung duka dan misteri terkait kematian seorang bayi laki-laki bernama Rafa Fauzan, yang baru berusia 1 tahun 11 bulan. Rafa ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di depan sebuah masjid di kota tersebut, setelah dilaporkan hilang selama empat hari. Penemuan jenazah Rafa pada dini hari itu langsung memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu, mengungkapkan bahwa setelah penemuan, jenazah Rafa segera dibawa ke Rumah Sakit Abdul Aziz untuk proses pembersihan. Kemudian, jenazah disemayamkan dan disalatkan di Masjid At Taqwa, yang terletak di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, sebelum akhirnya dimakamkan di area pemakaman masjid tersebut. Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana penuh haru dan duka dari keluarga dan kerabat.

Namun, penyebab pasti kematian Rafa masih menjadi tanda tanya besar. Pihak dokter dari RSUD Abdul Aziz Singkawang menyatakan belum dapat memberikan keterangan definitif mengenai penyebab dan waktu kematian Rafa. Untuk mengungkap misteri ini, opsi autopsi sempat dipertimbangkan. Akan tetapi, pihak keluarga memutuskan untuk menolak autopsi dengan alasan telah menerima kematian Rafa sebagai takdir.

Meski tanpa autopsi, AKP Deddi menegaskan bahwa Polres Singkawang tidak akan berhenti melakukan penyelidikan. Tujuan utama penyelidikan ini adalah untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis ini. "Dilakukan autopsi atau tidak, kami dari Polres Singkawang tetap selidiki guna ungkap siapa pelaku dan apa motif dari kejadian ini," tegas AKP Deddi.

Pengumpulan Bukti dan Penyelidikan Intensif

Saat ini, Polres Singkawang telah mengamankan sejumlah barang bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk pakaian dan popok yang dikenakan oleh korban. Barang bukti ini akan dianalisis lebih lanjut untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah pada pengungkapan kasus ini. Selain itu, polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang yang pertama kali menemukan jenazah Rafa di depan pintu masjid di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

AKP Deddi menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengerahkan tim K-9 (anjing pelacak) untuk membantu penyelidikan. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa lokasi penemuan jenazah Rafa merupakan lokasi baru. Hal ini mengindikasikan bahwa jenazah Rafa kemungkinan dibawa ke lokasi tersebut oleh seseorang. "Hal itu bisa ditelusuri berdasarkan jejak atau bekas yang diduga pelaku mengantarkan jenazah balita tersebut ke depan pintu masjid Kelurahan Roban," jelas AKP Deddi.

Polisi mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian pemindahan jenazah Rafa untuk segera menghubungi pihak kepolisian. Informasi dari masyarakat sangat diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus ini dan memberikan keadilan bagi Rafa dan keluarganya.

Kronologi Hilangnya Rafa

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Rafa dilaporkan hilang pada tanggal 10 Juni 2025 dari kediaman pengasuhnya di Jalan R.A. Kartini Gang Kapas, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah. Saat itu, Rafa sedang diasuh oleh tetangga korban di Gang Kapas.

Menurut keterangan saksi, Rafa saat itu sedang berada di dapur, sementara anak pengasuh masuk ke kamar. Selang beberapa menit, saksi keluar dari kamar dan mendapati Rafa sudah tidak ada di dapur dan pintu belakang dalam keadaan terbuka. Kehilangan Rafa ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan masyarakat sekitar turut membantu dalam pencarian.

Kasus kematian Rafa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Singkawang. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian ini dan membawa pelaku ke hadapan hukum. Masyarakat juga diharapkan untuk tetap tenang dan memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan.

Berikut poin-poin penting dalam penyelidikan kasus ini:

  • Penyelidikan difokuskan pada penemuan bukti dan saksi mata.
  • Tim K-9 dikerahkan untuk melacak jejak pelaku.
  • Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang relevan kepada polisi.

Polisi akan terus melakukan pengembangan kasus dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan terbaru.