Hamas Mengecam Serangan Israel ke Iran, Sebut Aksi Agresi Picu Instabilitas Kawasan
Kelompok Hamas, yang memegang kendali di Jalur Gaza, menyampaikan kecaman keras terhadap serangkaian serangan yang dilancarkan Israel terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir di Iran pada hari Jumat (13/6). Hamas menilai agresi militer tersebut sebagai sebuah eskalasi berbahaya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Agresi ini merupakan eskalasi yang sangat berbahaya, mengancam stabilitas kawasan dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas," tegas Hamas dalam pernyataan resminya.
Menurut Hamas, Iran menjadi sasaran agresi karena posisinya yang teguh dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. "Iran membayar harga atas dukungan tanpa kompromi terhadap Palestina dan perlawanannya," imbuh pernyataan tersebut.
Ketegangan antara Israel dan Iran telah lama menjadi perhatian global. Serangan terbaru ini semakin memperburuk situasi yang sudah rapuh. Israel mengumumkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi yang lebih luas untuk menetralkan ancaman yang ditimbulkan oleh Teheran.
Seorang pejabat militer Israel, yang berbicara dengan syarat anonim, mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan puluhan lokasi strategis di Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan pabrik rudal balistik. Selain itu, serangan tersebut juga dikabarkan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk kepala korps elite Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, kepala staf angkatan bersenjata Iran, Mohammad Bagheri, serta dua ilmuwan nuklir terkemuka, Fereydoun Abbasi dan Mohammad Mehdi Tehranchi.
Laporan juga menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak, dan kerusakan signifikan pada bangunan-bangunan di Teheran. Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan berjanji akan memberikan respons yang tegas dan proporsional.
Seorang pejabat keamanan Iran menyatakan bahwa opsi pembalasan sedang dibahas di tingkat tertinggi pemerintahan. Sementara itu, militer Israel melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar seratus drone ke wilayah Israel dan sistem pertahanan udara Israel sedang berupaya untuk mencegatnya.
Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, mengonfirmasi peluncuran drone tersebut dan menyatakan bahwa pasukan Israel sedang berupaya untuk menetralkan ancaman tersebut. Perkembangan ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas regional dan internasional.