Pelindo Soroti Urgensi Transformasi Pelabuhan di Era Globalisasi

Peran pelabuhan sebagai urat nadi perekonomian global semakin krusial di tengah dinamika perdagangan dunia yang terus berkembang. Lebih dari 80 persen pergerakan barang secara global bergantung pada jalur laut, dengan volume mencapai sekitar 12 miliar ton setiap tahunnya. Hal ini menjadikan pelabuhan sebagai titik sentral dalam rantai pasok yang kompleks. Menyadari vitalnya peran ini, PT Pelindo terus berupaya melakukan transformasi menyeluruh guna meningkatkan efisiensi, adaptabilitas, dan keberlanjutan operasional pelabuhan di seluruh Indonesia.

Dalam forum Pelindo Mengajar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menekankan pentingnya transformasi logistik dan pelabuhan. Beliau menjelaskan bahwa pasca-merger empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepelabuhanan pada tahun 2021, Pelindo kini mengelola lebih dari 160 unit bisnis yang tersebar di 32 provinsi. Layanan yang diberikan dikelompokkan menjadi empat kluster utama, yaitu layanan petikemas, non-petikemas, logistik hinterland, serta marine & equipment.

Edi Priyanto juga menyoroti bahwa bisnis pelabuhan saat ini tidak lagi terbatas pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan modern dituntut untuk mengadopsi teknologi-teknologi terkini seperti blockchain dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menyederhanakan dan mempercepat proses logistik. Faktor-faktor seperti pertumbuhan pesat e-commerce, ketegangan geopolitik global, dan isu-isu keberlanjutan lingkungan semakin mendesak pelabuhan untuk meninggalkan pendekatan konvensional.

Pelindo juga berkomitmen untuk menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan. Inisiatif-inisiatif yang dijalankan meliputi elektrifikasi peralatan pelabuhan, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, konservasi ekosistem pesisir, serta pelatihan kewirausahaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah pelabuhan. Program Pelindo Mengajar sendiri merupakan bagian dari TJSL Pelindo yang berfokus pada sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menambahkan bahwa Pelindo Mengajar adalah wujud komitmen perusahaan dalam memperluas akses pengetahuan maritim kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman generasi muda, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan dan dekat dengan pelabuhan, tentang peran strategis pelabuhan dalam mendukung perekonomian nasional. Dengan pemahaman ini, diharapkan generasi muda dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi positif di masa depan.

Transformasi pelabuhan menjadi suatu keharusan untuk menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi. Pelindo terus berupaya untuk menjadi pelabuhan yang efisien, adaptif, dan ramah lingkungan, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.