Dua Jemaah Haji Tulungagung Dirawat Intensif Setibanya di Surabaya Akibat Kelelahan

Setibanya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), dua jemaah haji dari kloter pertama asal Tulungagung segera mendapatkan penanganan medis intensif. Kedua jemaah tersebut diduga mengalami kelelahan ekstrem setelah menempuh perjalanan udara yang panjang dari Tanah Suci.

Rosidi Roslan, Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, menjelaskan bahwa kedua jemaah haji tersebut langsung dievakuasi ke rumah sakit setelah tiba di Gedung Muzdalifah. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan mereka segera stabil.

"Kondisi seperti ini memang sering terjadi pada jemaah haji yang baru tiba. Perjalanan jauh dan perbedaan waktu dapat menyebabkan kelelahan," ujar Rosidi di AHES, Kamis (12/6/2025).

Menurut Rosidi, tim medis dari BBKK Surabaya terus memantau kondisi kedua jemaah haji tersebut. Setelah kondisinya membaik dan stabil, mereka akan diserahkan kembali kepada pihak pengurus daerah asal.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak kabupaten dan kota untuk terus memantau kondisi kesehatan jemaah haji, terutama mereka yang memiliki riwayat kesehatan tertentu atau menunjukkan gejala kelelahan," jelasnya.

Rosidi juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji yang baru kembali ke tanah air untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala seperti demam, flu, sakit kepala, atau gangguan tenggorokan dalam kurun waktu dua minggu setelah kepulangan.

Kloter pertama yang berasal dari Tulungagung dan Surabaya tiba di AHES pada Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Total terdapat 376 jemaah haji dari Tulungagung dan 11 jemaah haji dari Surabaya yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.